Perjelas Peran, Tersangka Dukun Pengganda Uang Lakukan 47 Adegan Reka Ulang

0 0
Read Time:2 Minute, 5 Second

MAGELANG, JATENG | Grow Media Indonesia – Satreskrim Polres Magelang menggelar rekontruksi (reka ulang) adegan kasus tindak pidana pembunuhan berantai yang dilakukan tersangka IS (57). Tindakan tersangka dukun pengganda uang itu mengakibatkan empat orang korban meninggal dunia.

Tersangka IS (57) adalah warga Dusun Karangtengah, Sutopati Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan reka ulang adegan tersebut dilaksanakan di halaman belakang Polres Magelang, Kamis (25/11/2021).

Dalam rekontruksi terdapat 47 adegan untuk tiga kasus kejadian dengan jumlah korban empat orang. Pada adegan ke-10 tampak tersangka IS memperagakan bagaimana cara mencampur potasium dengan air putih untuk para korbannya.

Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun, S.H., S.I.K mengungkapkan rekontruksi dilaksanakan di Mapolres Magelang, dengan pertimbangan keamanan. Serta untuk menghindari kerumunan mengingat saat ini masa pandemi Covid-19 dan di Kabupaten Magelang masih berstatus PPKM Level 2.

“Ini demi menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan sehingga rekonstruksi dilaksanakan di Polres Magelang. Selain itu mengapa tidak dilaksanakan di lokasi kejadian juga bertujuan untuk mencegah kerumunan di lokasi kejadian,” ungkapnya.

Rekontruksi bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang terang mengenai peran dari tersangka, saksi dan korban. Selama kurang lebih satu jam rekonstruksi berlangsung dan pihak tersangka didampingi pengacara dan disaksikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang.

“Adapun tujuan rekontruksi juga untuk melengkapi berkas perkara yang saat ini masih dilaksanakan oleh penyidik,” jelas Sajarod.

Dia menyebutkan bahwa secara keseluruhan pada rekontruksi yang juga dihadiri oleh beberapa saksi ini terdapat 47 adegan yang diperagakan langsung oleh tersangka IS.

Baca Juga :   Guru dan Tenaga Kependidikan Windusari Magelang Terima Vaksin Dosis 1

“Sebanyak 47 adegan itu untuk tiga kasus kejadian. Di mana dua kasus terjadi pada tahun 2020 dengan korban dua orang. Kemudian satu kasus kejadian pada tahun 2021 dengan korban dua orang. Jadi tiga kasus kejadian tersebut jumlah korban ada empat orang,” ujar Sajarod.

Namun demikian Kapolres menegaskan rekontruksi ini lebih difokuskan pada kasus kejadian yang terakhir. Mengingat terungkapnya kasus ini berawal dari kasus yang terakhir.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Kasatreskrim Polres Magelang AKP Muhammad Alfan Armin, S.I.K menandaskan bahwa tersangka dalam melakukan pencampuran obat potasium yang mengandung sianida dengan air putih terjadi pada adegan ke-10.

“Iya pada adegan ke 10 bagaimana tersangka IS ini mencampur obat potassium dengan air putih,” tandas Alfan.

Sementara jaksa penuntut umum dari Kejari Magelang Tata Hendrata, menuturkan dari rekontruksi sudah tergambar jelas dugaan pembunuhan berencana.

Mulai dari tersangka membeli apotas (potasium sianida) di toko pertanian maupun saat korban meracik minuman dengan apotas atau Potasium Sianida.

“Ini kan masih penyidikan. Dari kepolisian tim penyidik menyangkakan pembunuhan berencana atau pembunuhan biasa,” ujarnya. (NK)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Narwan Kelana

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Vaksinasi Secara Door To Door;Pemdes Desa koreng

Kam Nov 25 , 2021
Total Pembaca : 38 Minsel!GrowMediaIndonesia-Percepat capaian target vaksinasi cegah Covid-19 di masyarakat, Pemerintah Desa (Pemdes) Koreng, Kecamatan Tareran , Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, bersama Tenaga Kesehatan (Nakes) dari UPTD Puskesmas Tareran lakukan vaksinasi secara door to door Jumat,25/11/2021. Pjb Hukum Tua Desa Koreng Steven Rumengan mengatakan, pelaksanaan vaksinasi door […]