Protes Tempat Karaoke & Prostitusi Ditutup, Ormas di Pati Surati Jokowi

0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

Pati ( Jateng ) Grow media Indonesia

 Penutupan tempat karaoke dan prostitusi atau lokalisasi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) mendapat penolakan organisasi masyarakat (ormas). Bahkan, ormas yang menamakan diri sebagai Gerakan Rakyat Anti-Korupsi (Gerak) Pati itu melayangkan surat aduan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait sikapnya tersebut.
Gerak Pati melayangkan surat aduan kepada Jokowi pada Selasa (12/10/2021) lalu. Surat itu turut ditandatangani sejumlah lembaga masyarakat yang menamakan diri sebagai LSM Jawa Tengah (Jateng), Pemantau Korupsi dan Pemerintahan, LSM Dewantara, dan lain-lain.
Dalam surat itu disebutkan bahwa selama ini pengusaha karaoke sudah menaati aturan PPKM yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab Pati). Namun pada 12 Juli, PLN memutuskan saluran listrik di 49 karaoke atas perintah Bupati Pati, Haryanto.
“Pemadaman saluran listrik di 49 lokasi tersebut sangat merugikan pemilik pengusaha karaoke di Pati dan masyarakat pada umumnya. Tempat-tempat itu saat ini telah diduduki sekelompok orang berseragam cokelat, doreng, dan oranye. Pemilik usaha merasa ketakutan dan mengungsi ke tempat lain,” isi surat itu dikutip dari salah satu media, Rabu (20/10/2021).
Dalam surat itu juga disebutkan jika 49 tempat yang diputus aliran listriknya itu selain menjadi tempat usaha juga menjadi tempat tinggal.
Mereka juga menyebut akibat pemutusan aliran listrik itu menimbulkan kerugian materiel bagi pelanggan PLN karena tidak bekerja. PLN juga dinilai sangat merugikan konsumennya yang merupakan pemilik 49 tempat usaha karaoke itu.
“Kerugian materiel secara merata mencapai 49xRp200 juta x 3bulan= Rp29,4 miliar,” lanjut isi surat aduan itu.
Gerak Pati juga menilai adanya pemutusan aliran listrik itu bisa menimbulkan kerugian negara karena 49 pelanggan tidak membayar tagihan. Kerugian negara akibat hal tersebut ditafsir mencapai Rp1,47 miliar.
“Maka dengan ini kami bersama memohon agar dilakukan pemeriksaan dan pengusutan atas terjadinya kerugian keuangan negara tersebut. Agar dilakukan penyambungan kembali saluran listrik pada 49 titik lokasi agar kerugian keuangan negara tidak semakin berlarut akibat kebijakan Bupati Pati,” tulisnya.
Sekadar informasi, Pemkab Pati sebelumnya memang telah memutuskan untuk menutup sejumlah tempat karaoke ilegal dan juga tempat prostitusi, terutama di kawasan Lorok Indah (LI) yang terletak di Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Pati.
Kebijakan itu bahkan sudah dituangkan dalam surat keputusan Bupati dan disetujui jajaran Forkopimda Kabupaten Pati. Salah satu tindak lanjut dari upaya itu adalah dengan memutus aliran listrik di tempat karaoke dan prostitusi yang dianggap ilegal.
( M Riyadi )

About Post Author

Riyadi

Baca Juga :   Abu Bakar Ba'asyir Kembali Menghirup Udara Bebas
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sabu Hantarkan Seorang Pria Kedalam Penjara

Rab Okt 20 , 2021
Total Pembaca : 117 Satresnarkoba Polres Simalungun Tangkap Bandar Shabu Di Batu VIISimalungun – Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun kembali mengungkap jaringan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Simalungun dan menangkap AS alias Dika (30) terduga pelaku seorang bandar / pengedar narkotika jenis shabu di Simpang Mayat, Nagori Timuran, Kecamatan […]