Perihal Rumah Nenek Sri Utami Yang Hampir Roboh, Kades Krajan Kulon Berjanji Tahun Depan Priotas Diberi Bantuan

0 0
Read Time:1 Minute, 32 Second

KENDAL- Grow Mi.Club- Terkait rumah nenek Sri Utami (61) warga Kampung Jambet Sari RT 001 RW 001 Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal yang rumahnya hampir roboh karena sudah tidak layak huni, Kepala Desa Krajan Kulon berjanji pada tahun 2022 diprioritaskan akan diberi bantuan.

Abdul Latif, Kepala Desa Krajan Kulon menyampaikan, pihaknya berjanji akan memprioritaskan nenek Sri Utami diberikan bantuan perbaikan rumahnya.

“Sebelumnya saya juga mohon maaf atas adanya peristiwa ini. Intinya desa sudah bertabayun dan klarifikasi dengan yang bersangkutan karena disitu juga ada miskomunikasi,” jelas Abdul Latif di Kaliwungu Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (16/10/2021).

Abdul Latif menambahkan, bahwa desa juga terbuka jika ada kritik dan saran.

“Kita terbuka, karena itu akan menjadi acuan kita dalam bekerja agar lebih baik lagi,” jelasnya.

Dia menegaskan, untuk perangkat desanya kedepan agar lebih selektif lagi dalam mendatata warga mana saja yang layak mendapat bantuan dan tidak.

“Saya mohon pada perangkat desa untuk lebih selektif lagi dalam mendata, agar hal seperti ini tidak terjadi lagi kedepanya,” tukas dia.

Muhammad Tomi Fadlurohman Anggota Komisi A DPRD Kendal yang ikut hadir memantau ke rumah nenek Sri Utami menuturkan, akan mengawal permasalahan tersebut hingga selesai.

“Kita kawal 24 jam bahkan 27 jam, dalam hal apapun silahkan berkomunikasi dengan saya,” tegas Gus Tomi biasa dipanggil.

Pada prinsipnya, kata Gus Tomi, selaku pemerintah maupun pemerintah desa, akan segera menanggani persoalan warga yang kemarin rumahnya terkena musibah.

Baca Juga :   Wabup Kendal Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Ranting NU Desa Kebongembong 

“Kita kawal secara langsung, saya berharap di tahun 2022 rumah yang kurang layak ini untuk diprioritaskan diberi bantuan,” ujar Guru Besar Perguruan Harimau Putih itu.

Sementara itu, Nenek Sri Utami melalui anaknya, Eko juga menyampaikan permintaan maafnya dan menjelaskan bahwa permasalahanya juga sudah terselesaikan.

“Saya juga mohon maaf pada warga Jambetsari dan Krajan Kulon, kalau ada salah kata. Alhamdulilah sudah selesai, dan pak kades tadi juga sudah berjanji akan direalisasikan tahun depan,” pungkas Eko.(s-20)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Aero

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tiwul Lava Merapi Khas Borobudur

Sab Okt 16 , 2021
Total Pembaca : 45 MAGELANG | Grow Media Indonesia – icara Borobudur biasanya terkait dengan wisata dan candi terbesar dunia. Namun kali ini ada yang khas di Borobudur terkait makanan tradisional asli Gunungkidul, DIY, yaitu Tiwul. Makanan tradisional yang terbuat dari tepung gaplek singkong ini bisa ditemui dengan mudah di […]