Program Tanam Mangrove, Polda Jateng Perlu Libatkan Semua Pihak

0 0
Read Time:2 Minute, 19 Second

SEMARANG | Grow Media Indonesia – Upaya Polda Jateng dalam penyelamatan lingkungan pantai dan pemulihan ekonomi masyarakat pesisir mendapat respons dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah. Direktur WALHI Jateng, Fahmi Bastian memberikan respons positif upaya penanaman sejuta mangrove yang dilakukan Polda Jateng lewat program “Polda Jateng Mageri Segoro”.

Penanaman mangrove, menurut Fahmi, mempunyai manfaat luas baik untuk lingkungan maupun masyarakat. Hutan mangrove mampu membantu menahan abrasi pantai dan menghidupkan ekosistem di sekitar pantai. Selain itu, mangrove mampu menyerap karbon akibat dampak transportasi dan industrialisasi di kawasan pantura.

Di sisi ekonomi, kawasan mangrove dapat dijadikan eko wisata dan wisata edukasi. Hutan mangrove juga menjadi sasaran nelayan mencari ikan karena banyak ikan kecil yang berlindung di area mangrove untuk menghindari serangan predator.

“Ada beberapa jenis mangrove yang hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan komersial,” ungkap Fahmi Bastian, Sabtu (09/10/2021).

Fahmi menyoroti sejumlah krisis ekologi di Jawa Tengah, di antaranya penurunan tanah yang terjadi Kota Semarang dan Pekalongan. Serta krisis mundurnya garis pantai di pesisir Demak.

“Kalau Semarang dan Pekalongan itu karena eksploitasi air tanah untuk industri maupun warga. Sedangkan abrasi Demak diakibatkan abrasi dan modernisasi kawasan sekitar,” ungkapnya.

Terkait upaya Polda Jateng melakukan penanaman mangrove di 13 Polres, Fahmi berharap ada tindak lanjut yang konkrit dari semua pihak.

“Pengamanan kawasan mangrove bisa dilakukan Polri melalui patroli rutin maupun Bhabinkamtibmas. Di samping patroli lingkungan, Bhabinkamtibmas bisa memberdayakan masyarakat sekitar untuk ikut menjaga serta pelestarian kawasan mangrove,” tandas alumni IAIN Salatiga itu.

Baca Juga :   Sering Makan Korban, Polisi Ancam Pidana Pemasang Listrik Jebakan Tikus di Sawah

Lebih dari itu, tegas Fahmi, perlindungan dan pelestarian kawasan mangrove juga membutuhkan regulasi dari pemerintah khususnya pemerintah daerah tingkat dua.

“Sebetulnya ada peraturan gubernur tentang pelestarian kawasan mangrove. Aturannya jelas, tinggal menambahi penguatan aturan tersebut dalam bentuk peraturan bupati atau wali kota atau lainnya. Termasuk implementasinya di lapangan,” tambahnya.

Fahmi mengamati terdapat sejumlah daerah yang dulunya kawasan mangrove namun berubah menjadi area tambak. Hal ini menurutnya berpengaruh terhadap lingkungan sekitar.

Terkait tanggapan Fahmi Bastian, Kapolda Jateng melalui Kabidhumas Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy mengucapkan terima kasih dan apresiasinya atas respons direktur WALHI Jateng tersebut.

“Kami mempunyai satuan polair dan sejumlah satuan lain termasuk para Bhabinkamtibmas yang bertugas di kawasan pesisir. Ini akan kami berdayakan untuk pengawasan kawasan pantai termasuk pelestarian lingkungan mangrove,” ungkapnya.

Sementara saran WALHI yang lain, imbuh Kabidhumas, akan menjadi catatan bagi Polda Jateng yang bisa menjadi bahan untuk disampaikan pada rapat dengan instansi terkait.

Program “Polda Jateng Mageri Segoro” sendiri, dijadwalkan akan di- launching Kapolda Jateng pada 12 Oktober 2021. Kegiatan itu dipusatkan di Desa Bendono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Tak hanya stakeholder terkait, Polda Jateng juga menggandeng akademisi, pimpinan media massa, aktivis lingkungan dan komunitas masyarakat bahari.

“Dalam pencanangan ‘Polda Jateng Mageri Segoro’ nanti, juga akan dilaksanakan vaksinasi serta pembagian bantuan sosial untuk masyarakat pesisir. Kapolda nanti juga akan hadir dalam acara panen kerang bersama masyarakat sekitar,” jelas Kabidhumas. (Humas Polda Jateng/NK)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Narwan Kelana

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bersama Yenny Wahid, Ganjar Pranowo Luncurkan Desa Damai

Sab Okt 9 , 2021
Total Pembaca : 2 SURAKARTA | Grow Media Indonesia – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap program “Desa Damai” yang digagas Wahid Foundation dan UN Women bisa digabungkan dengan program “Desa Inklusif” yang telah berjalan di Jawa Tengah. Sehingga memudahkan proses pembangunan. Hal itu diungkapkan Ganjar Pranowo usai menghadiri dan […]