Polda Jateng Gagalkan Penyelundupan Benih Bening Lobster di Cilacap

0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

SEMARANG | Grow Media Indonesia – Polda Jateng berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih bening lobster di Kabupaten Cilacap. Hal itu terungkap dalam konferensi pers yang digelar di Mako Ditpolairud Semarang, Rabu (29/09/2021). Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol R. Setijo Nugroho menyampaikan keberhasilan Ditpolairud Polda Jateng mengungkap kasus penyelundupan benih lobster dengan TKP Kabupaten Cilacap.

Kapolda mengatakan, pengungkapan kasus itu berdasarkan laporan informasi tentang pengambilan, pendistribusian, penjualan BBL (Benih Bening Lobster) di kawasan perairan Cilacap. Selanjutnya, Kapolda menerangkan, Tim Subdit Gakkum Ditpolariud Polda Jateng langsung melakukan pendalaman terkait informasi tersebut.

“Berawal dari pendalaman dan pengamatan terhadap nelayan BBL di perairan Cilacap, ternyata banyak nelayan yang melakukan kegiatan mencari BBL (Benih Bening Lobster). Selanjutnya dilakukan penyelidikan terhadap oknum nelayan yang akan melakukan pengumpulan BBL (Benih Bening Lobster),” kata Kapolda.

Kemudian pada Selasa 31 Agustus 2021, tim Subdit Gakkum Diplorairud Polda Jateng melakukan pembuntutan dan penghentian dan dilanjutkan pemeriksaan terhadap mobil Avanza Nopol R 9474 PK yang dikendarai oleh YPD, di Jalan Jeruk Legi No. 72 Cilacap.

“Pada saat dimintai keterangan oleh petugas, diperoleh hasil, bahwa benar sopir mobil Avanza Nopol R 9474 PK adalah YPD, dengan membawa BBL (Benih Bening Lobster) dalam sebuah kardus bungkus rokok berjumlah kurang lebih sebanyak 9.320 ekor,” terang Kapolda.

Adapun rincian BBL jenis mutiara sebanyak kurang lebih 1.200 ekor, dan BBL jenis pasir kurang lebih 8.120 ekor.

Baca Juga :   Vaksinasi di Taraman Sragen, Ada Momen Bernilai Jurnalistik Tinggi

“Saat ini tim sudah melakukan pengamanan terhadap sopir dan mobil Avansa Nopol R 9474 PK, beserta BBL (Benih Bening Lobster ) sejumlah kurang lebih 9.320 ekor yang diduga akan diselundupkan ke luar negeri,” ungkap Ahmad Luthfi.

Pelaku dikenakan pasal 92 Jo pasal 26, ayat 1 Undang-Undang RI No. 11 tahun 2020, tentang cipta kerja tentang perubahan atas UU RI No. 45 tahun 2009, tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang perikanan.

“Pelaku diancam hukuman 8 tahun penjara, dengan denda Rp 1,5 miliar. Kami berharap kejadian ini jangan terulang lagi, dan Polda Jateng tidak akan segan-segan menindak pelaku tindak kejahatan apa pun di wilayah hukum Polda Jateng,” tandasnya.

Sebagai upaya pelestarian budidaya lobster, dalam konferensi pers itu Kapolda Jateng menyerahkan secara simbolis bibit bening lobster kepada Muh Arifin selaku Plt. Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara. (Humas Polda Jateng/NK)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Narwan Kelana

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sebar Hoax Penculikan Anak, Orang Ini Berurusan Dengan Tim Virtual Police Polda Jateng

Rab Sep 29 , 2021
Total Pembaca : 1   SEMARANG- Grow Media Indonesia- Isu tentang penculikan anak yang menyebar di media sosial, disikapi tegas Polda Jateng. Setelah tim yang mengawaki virtual police dan virtu alert melakukan patroli siber, Ditreskrimsus meminta klarifikasi seorang pelaku penyebaran hoax tentang percobaan penculikan anak di media sosial. Pria berinisial […]