0 0
Read Time:2 Minute, 26 Second

Ngada, Grow-mi.club – Dalam dua hari terakhir warga Kabupaten Ngada yang terpapar Covid-19 meningkat tajam.
Data dari Satuan Tugas percepatan, pencegahan dan penanganan covid 19 Kabupaten Ngada pada Jumat (20/6/2021)  yang menjalani karantina terpusat sebanyak 42 orang, tiga orang menjalani karantina Mandiri dan 3 orang di ruang isolasi Covid-19 RSUD Bajawa.

Pada Sabtu ( 17/6/2021) terjadi peningkatan 40 orang menjalani karantina terpusat, 8 orang karantina Mandiri dan 3 orang di RSUD Bajawa.Tanggal 18 Juni 2021 yang menjalani karantina terpusat di Turekisa sebanyak 52 orang, karantina Mandiri 90 orang dan dirawat di ruang isolasi Covid-19 RSUD Bajawa 2 orang.

Tenaga kesehatan dari 4 Puskesmas masing-masing Puskesmas Kota, Puskesmas Surisina di Kecamatan Bajawa, Puskesmas Waepana Kecamatan Soa serta Puskesmas Watukapu Kecamatan Bajawa Utara harus bekerja keras guna melakukan  penelusuran kontak erat (tracing) karena banyak yang dinyatakan positif covid-19 dari wilayah kerja 4 Puskesmas tersebut.

90 orang yang menjalani karantina Mandiri masing-masing di Kecamatan Bajawa sebanyak 57 orang, Kecamatan Soa 23 orang, Kecamatan Bajawa Utara 10 orang.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru kepada Grow-mi.club di Bajawa, mengatakan, peningkatan jumlah yang terkonfirmasi Positif Covid-19 terbanyak di Kelurahan Susu, Kecamatan Bajawa yakni di lingkungan Malanawe sebanyak 27 orang.

Selain itu terjadi peningkatan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 karena ada 10 anggota Polri yang positif Rapid Tes Antigen serta masyarakat di Kelurahan Faobata Kecamatan Bajawa juga di wilayah Lekosoro.

Dijelaskannya, sebagian besar yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah transmisi lokal dan karena jumlahnya yang cukup tinggi maka khusus yang menunjukkan gejala ringan menjalani karantina terpusat sedangkan yang tanpa gejala menjalani karantina Mandiri.

Baca Juga :   WARGA TOLAK DI GUSUR KARENA BELUM DI BAYAR

“Petugas kesehatan memang harus bekerja keras dengan peningkatan kasus Covid-19 yang begitu tinggi,” ungkapnya.
Jumlah terbanyak lainnya yakni dari Desa Meliwaru, Kecamatan Soa, di mana  ada 25 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Kata dia, kesadaran masyarakat masih sangat rendah dalam mengikuti protokol kesehatan dan yang paling berbahaya adalah kerumunan, baik di tempat pesta maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Dugaan sementara tingginya angka positif Covid-19 disebabkan oleh kerumunan di tempat pesta, baik pernikahan maupun sambut baru juga mengabaikan protokol kesehatan seperti mencuci tangan atau tidak memakai masker.

Direktur RSUD Bajawa drg Maria Wea Betu pada hari yang sama mengatakan, 3 orang tenaga kesehatan yang bertugas di ruang isolasi Covid-19 RSUD Bajawa juga terpapar Covid-19.

Petugas kesehatan yang terdiri dari dua perawat dan seorang bidan terpaksa harus menjalani karantina. Dengan demikian jumlah tenaga khusus di ruang isolasi Covid-19 RSUD Bajawa berkurang.

Dirinya telah berkoordinasi  dengan satuan tugas Covid-19 Kabupaten Ngada agar kiranya disiapkan ruang karantina khusus untuk petugas kesehatan yang terpapar covid 19.
“Ada 2 rumah dinas dokter  yang tidak digunakan, saya usulkan untuk diperbaiki dan menjadi karantina sementara petugas kesehatan,” katanya.

Pantauan Grow-mi.club menindaklanjuti edaran Bupati Ngada tentang larangan pesta masih ada warga yang bandel dan memaksakan diri untuk pesta, baik sambut baru maupun pesta pernikahan.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan