1 0
Read Time:59 Second

Jakarta – Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengapresiasi kinerja Kejagung ketimbang KPK.

Perbandingan tersebut atas kinerja kedua lembaga dalam pemberantasan tindak pidana korupsi (tipikor) sepanjang 2020.

“Pertama tentu apresiasi atas kinerja Jaksa Agung paling tidak pada tahun 2020, penanganan terkait dengan perkara tindak pidana korupsi,” ujar Asrul dalam rapat kerja bersama Kejagung, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 14 Juni 2021.

Asrul menilai Kejagung memiliki nilai menyelamatkan kerugian negara lebih besar daripada KPK sepanjang 2020. Hal itu dibandingkan berdasarkan data dari Indonesia Corruption Watch (ICW).

Menurutnya dari total penuntutan perkara tipikor yang dilakukan oleh Kejagung dan KPK, nilai kerugian negara yang disidangkan ditaksir Rp 56.739.425.000.

Dari perolehan jumlah tersebut, Kejagung melakukan sidang kasus yang ditangani Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Pidana Khusus Kejaksaan senilai Rp56,7 triliun. Sementara KPK hanya menangani dan menyidangkan perkara dengan nilai Rp114,8 miliar.

“Tentu ini jumlah yang jomplang,” kata dia.

Tak hanya memuji penyelamatan uang negara dengan membandingkan dengan KPK, Politikus PPP ini juga mengapresiasi kinerja Kejagung karena menuntaskan kasus-kasus rumit lain yang masih berhubungan dengan korupsi.

Kasus-kasus tersebut, di antaranya kasus asuransi yang menyeret dua perusahaan pelat merah, yakni PT Asabri (Persero) dan PT Jiwasraya (Persero). (*)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga :   Kapolda Kalteng Dampingi Dankor Brimob Polri Tinjau Pembangunan Gedung Paviliun Presisi RS.Bhayangkara

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan