0 0
Read Time:2 Minute, 26 Second

Muara Enim,13 Juni 2021

JIKA TERBUKTI MELAKUKAN PENGALIAN DI KAWASAN HUTAN LINDUNG AKAN DI PIDANAKAN

Belum lama ini Tripika kecamatan Rambang Niru sidak ke desa Suban Jeriji menanggapi laporan masyarakat atas rusaknya lingkungan (jalan) yang terdampak akibat di gali masyarakat untuk di ambil batuan jenis kecubung khususnya di kawasan hutan lindung dan lahan HGU PT MHP.
Camat Rambang Niru kabupaten Muara Enim ketika Minggu 13 Juni 2021 di konfirmasi terkait hal ini membenarkan telah mendatangi lokasi yg jadi objek laporan masyarakat bersama pihak APH dan Koramil , kita akan tindak tegas Bayyer dan pengepul batu jenis kecubung hitam jika masih melakukan kegiatan usaha di wilayah kecamatan Rambang Niru terlebih tak mengantongi izin , diduga ada oknum warga masyarakat Desa Suban Jeriji melakukan penambangan di zona kawasan yang dilarang oleh pemerintah daerah dan tidak memiliki izin penambangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan,” Ujar Fredy Febriansyah tegas
Awalnya manual dan berskala kecil kalau tak menutup kemungkinan menjadi besar dan area tambang
Masih menurut sang camat dirinya tidak akan tebang pilih. Siapapun yang melanggar aturan akan ditindak. “Kita tindak siapa pun pelakunya,” kita sudah memberikan himbauan jika tetap membandel akan di pidanakan meskipun indikasi oknum yang menjadi pengepul di desa Suban Jeriji kecamatan Rambang Niru sudah di kantongi nama pengepul dan rumahnya ” pemaparan sang camat ke tim media ini

Terungkapnya hasil galian warga masyarakat Suban untuk mengambil batuan jenis batu kecubung setelah pihak perusahaan PT Musi Hutan Persada mengeluhkan kondisi jalan dan area kebun yang masuk HGU PT MHP banyak di rusak oknum masyarakat yang sengaja mengali untuk di ambil batu jenis kecubung hitam , yg dugaan sementara di kirim ke luar daerah tepatnya di Lampung

Baca Juga :   Babinsa Koramil 1013-04/Benangi Dukung Semangat Kreatifitas Dongkrak Perekonomian Warga

PemDes Suban Jeriji ketika di konfirmasi langsung ke Sarbeni selaku Kades membenarkan aktivitas galian di HGU PT MHP dan sang kades dengan tegas mendukung pemerintah kecamatan Rambang Niru dan sudah melakukan himbauan ke warganya untuk tidak merusak di lingkungan hidup khususnya kawasan hutan lindung ataupun HGU PT MHP , karena ini jelas melanggar hukum dan siapapun pelakunya dapat di pidanakan jika ada laporan ke Aparat penegak hukum

Sementara ini kita himbau dan Alhamdulillah masyarakat sadar dan berjanji tidak akan melakukan aktivitas lagi di area yang dimaksudkan ” cerita sang kades via TLP seluler singkat

Masyarakat di beberapa wilayah kecamatan Rambang Niru yg enggan namanya di sebutkan ketika di temui langsung tim media ini berharap pemerintah bisa memberikan jalan terbaik sebab dengan berharganya bongkahan batu kecubung jelas meningkatkan perekonomian masyarakat apalagi di zaman pandemi covid-19 ini.kalau bisa di resmikan masyarakat terbantu .

Perlu di ketahui bersama bahwa batu jenis kecubung hitam ini ada di berbagi tempat dari di daratan Sampai di sungai di kedalaman 2 meter atau 1 meter , ukurannya pun bervariasi dari yang sebesar telur ayam maupun sekepalan orang dewasa.

Masyarakat butuh solusi ketika sesuatu bernilai ekonomis dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar area yg ada kandungan batu kecubung yg laku keras di pasaran luar negeri ” cerita masyarakat di warung dan di pance Pance

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

setiaji (127)

By setiaji

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan