Ratusan Kendaraan Bodong Berhasil Diungkap Polres Pati

0 0
Read Time:2 Minute, 24 Second

PATI | Grow Media Indonesia – Sebanyak 325 unit sepeda motor dan 41 mobil hasil tindak kejahatan, berhasil disita Polda Jawa Tengah dan Polres Pati di sebuah gudang di Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, dari tangan pelaku. Hal Ini diungkapkan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam Konferensi Pers yang digelar di lokasi TKP Juwana, Pati, siang ini pukul 13.30 WIB, Jumat (28/5/2021).

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyampaikan, hari ini Polda Jateng berhasil mengungkap kasus besar terkait dengan dokumentasi kendaraan bermotor yang tidak ada pada kendaraan tersebut di wilayah Pati. Hal ini berdasarkan adanya laporan dari masyarakat kepada Polres Pati, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Polda Jawa Tengah, dan berhasil menangkap 9 (sembilan) pelaku.

“Seperti rekan-rekan ketahui, bahwa ada container yang digunakan sebagai sarana kejahatan mereka, dan sekarang satu container sudah selesai dibongkar dalam olah TKP. Masih ada container lainnya yang akan dibuka nantinya,” jelas Kapolda Jateng.

Dijelaskan Kapolda Jateng, dari hasil perkembangan tanggal 19 Mei 2021 dengan adanya kendaraan yang dicurigai di dalam gudang ini. Kemudian anggota satuan Reskrim Polres Pati melakukan ungkap kasus dan dilakukan penangkapan terhadap 9 orang pelaku tersebut.

Kapolda menuturkan, bahwa benar adanya di dalam gudang tersebut terdapat 57 kendaraan sepeda motor dan 11 mobil yang siap dikirim ke Timor Leste. Selanjutnya, anggota melakukan pengembangan dan berkoordinasi dengan pihak Pelindo Tanjung Mas Semarang. Hasilnya, didapatkan kembali 11 container yang siap kirim ke negara tersebut.

Baca Juga :   Ditlantas Polda Jateng Akan Terapkan E Tilang Mulai 17 Maret 2021

“Dari hasil pemeriksaan, ada 9 tersangka yang kita amankan, modus operandi para tersangka adalah dengan mengelabui petugas. Bahwa kendaraan tersebut akan dikirim ke Kalimantan, tetapi setelah dilakukan cross ceck, ternyata akan dikirim ke negara Timur Leste,” terang Luthfi.

Kegiatan para pelaku ini, lanjut Luthfi, sudah berlangsung selama tiga tahun. Dari hasil penyidikan kasus ini, kendaraan yang berada di TKP tersebut semuanya dalam kondisi bodong, alias tidak ada surat-surat sah satu pun.

“Para pelaku ini membeli secara online kepada masyarakat dan membeli secara rental, kemudian mereka bongkar di sini kendaraan-kendaraan tersebut. Kemudian dimasukkan ke dalam container lalu dikirim ke Tanjung Mas Semarang dengan dilengkapi dokumen dan dikirim ke Timur Leste,” bebernya.

Ahmad Luthfi menambahkan, saat ini penyidik sudah melengkapi berkas perkara tersebut. Para pelaku ini akan dikenakan Pasal 481 dan 480 KUHP Jo Pasal 55 KUHP. Atas terungkapnya kasus ini, Kapolda juga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Pati terutama para penyidik dalam ungkap kasus.

Selanjutnya, Kapolda mengimbau kepada masyarakat, agar berhati-hati jebakan sepeda motor atau mobil murah. Apabila masyarakat mengetahui hal tersebut segera melaporkan ke kantor kepolisian terdekat. Jangan mudah tertipu dan teriming-iming dengan harga murah, sebaiknya cek dahulu keaslian surat kendaraan ke Kantor Polisi.

“Apabila calon penjual tidak bisa menunjukkan surat BPKB dengan alasan digadaikan atau apa pun juga, maka batalkan transaksi jual beli. Jangan coba-coba memiliki, membeli dan menggunakan sepeda motor atau mobil bodong, karena itu merupakan perbuatan pidana dan bisa dikenakan sanksi hukuman empat tahun penjara,” ungkapnya. (NK)

Baca Juga :   Banjir Jakarta, PLN Bergerak Cepat Lakukan Langkah Pengamanan
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan