Kapolres Murung Raya AKBP. I Gede Putu W, S.H.,S.I.K.,M.H Bersama Jajaran Polres Mura. Berhasil. Amankan Mercury Ilegal

0 0
Read Time:2 Minute, 30 Second


Murung Raya,Kalteng – Kepolisian Resort (Polres) Murung Raya (Mura)
jajaran kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil mengamankan RFE (36) pasalnya orang tersebut diduga telah menjual merkuri secara ilegal kepada penambang ilegal di daerah Murung Raya.

Kapolres Murung Raya AKBP. I Gede Putu W, S.H.,S.I.K.,M.H Melalui Kasat Reskrim Polres Murung Raya AKP. Danie Langgie, S.I.K menyebutkan penangkapan pelaku Penjualan Mercury tanpa ijin tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat, kemudian pihak kepolisian melakukan penyelidikan.

“ Dari tangan pelaku RFE Polisi berhasil menyita MERCURY HG SPECIAL FOR GOLD 99,999% atau yang biasa dikenal pelaku Peti dengan sebutan air raksa yang merupakan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dengan berat kurang lebih 25 Kg yang dikemas dalam botol kecil sebanyak 25 Botol dengan berat 1 Kg/Botol”, ujar Kasat Reskrim Polres Murung Raya AKP. Danie Langgie, S.I.K kepada awakmedia, Selasa (25/5/2021) malam.

Penangkapan dilakukan dijalan Ahmad Yani Kelurahan Beriwit, Kota Puruk Cahu pada saat Pelaku hendak mengantar Mercury tersebut kepada Pelaku Ilegal Mining di Murung Raya dengan Harga Rp. 1.250.000.

“Dari hasil pengakuan Pelaku RFE, Mercury tersebut dibeli dari Pulau Jawa dengan dikirim melalui truck buah menggunakan kapal menuju Banjarmasin, kemudian setibanya dibanjarmasin Mercury tersebut dibagi menjadi 1 Kg/ Botol, Kemudian pelaku RFE menuju kota Puruk Cahu menggunakan jasa Travel membawa mercury tersebut untuk dijual kembali kepada Para pelaku Penambang Liar”, katanya.

Pada saat dilakukan penangkapan selain barang bukti Mercury sebanyak 25 Botol Polisi juga mengamankan satu unit Sepeda Motor Merek Yamaha Aerox Berwarna Biru Tua Nomor Polisi DA 6263 PBN dan satu lembar STNK Sepeda Motor Merek Yamaha Aerox / B65-A Nopol DA 6263 PBN Berwarna biru tua serta dua kotak Kardus yang di bungkus dengan lakban berwarna coklat.

Baca Juga :   Warga Desa di Boyolali Ini Gelar Doa Bersama untuk Perantau

AKP. Danie Langgie, S.I.K juga menyampaikan, bahwa Pelaku terbukti tidak memiliki izin edar dan dijerat dengan pasal 161 UU RI no 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan minerba ancaman hukumannya 10 tahun Penjara dan jo pasal 109 Huruf a UU RI nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja ancaman hukumannya 3 tahun.

Dilain Tempat, Kapolres Murung Raya, AKBP I Gede Putu W, S.H.,S.I.K.,M.H mengatakan penindakan terhadap penjual merkuri tersebut merupakan atensi Kapolda Kalteng Irjen. Pol.Dr. Dedi Prasetyo,M.Hum.,M.Si.,M.M. Dengan menyasar penjual merkuri, sehingga aktivitas pertambangan dapat diawasi

“Komitmen pak Kapolda terkait ilegal mining, beliau memang tidak main-main. Beliau berharap di wilayah Kalimantan Tengah tidak ada ada lagi aktivitas pertambangan ilegal, salah satu cara adalah mencari dan menindak para penjual mercury ,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui merkuri tersebut diperjualbelikan kepada penambang Liar. untuk digunakan mengikat emas dan perak yang terkandung dalam batuan mineral (batu yang terdapat logam emas dan perak).

“ Memang dijual ke pekerja tambang ilegal di Murung Raya. Mereka menjual secara diam-diam dan hanya bertransaksi kepada penambang,” jelasnya.(roy_gmi)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Roy (182)

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan