0 0
Read Time:1 Minute, 18 Second

Lhoksukon – Surat yang dilayangkan Pemerintah Aceh Utara ke Gubernur Aceh, surat tersebut sudah di disposisikan kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aceh dengan no 510/8565, yang ditujukan kepada PT PEMA hingga kini tak ada kejelasan.

Surat yang berisikan prihal amandemenkan Pendirian Perusahaan Pengelola blok B dengan PT PGE tertangal 30 April 2021. Surat ini berdasarkan surat dari Bupati Aceh Utara nomor 539/473 tertangal 11 Maret 2021.

Ketua Komisi III, Razali Abu “PT PEMA jangan coba bermain Api di tanah Pasee,Terbakar nanti”. Rabu (19/5/2021)

” Ini tanah kami, kalian abaikan akan hak hak Aceh Utara, dibawah rumah warga Pipa gas itu berada, apa yang kami dapat, soal keterlibatan Aceh Utara tak ada pembahasan, Surat perintah dari Gubernur saja tak digubris, kami cuman mengikatkan bukan mengancam, ini Pasee tempat lahir para pejuang Aceh Merdeka” ucap Ketua komisi III.

“Jangan terulang lagi kejadian dimasa silam, puluhan tahun yang lalu, hasil diangkut ke pusat, rakyat menderita, maka hari kami selalu Ketua komisi III minta kejelasan keterlibatan Aceh Utara dalam pengelolaan WK B, berapa% hak Aceh utara” Ucap Razali Abu, Politisi Partai Aceh.
Razali Abu mengingatkan, PT Pase Energi Aceh Utara jangan berdiam diri” Jangan diam menunggu bola, tapi jemput bola itu, karna yang kita perjuangan ini kepentingan masyarakat banyak”ucapnya.

Disingung tak berjalan bentukan melalui SK Bupati terhadap Tim Migas yang juga melibatkan Komisi III yang di Ketua Wakil Bupati, sesuai harapan Koalisi Ormas Migas untuk dibubukarkan “saya mendukung koalisi, Tim harus segera dibubarkan, tak ada sumbangih untuk kepentingan masyarakat, dan saya secara pribadi mengundurkan diri” Tutup Abu Razali. (rilis )

Baca Juga :   Buka Musrenbang, Kapolri Tekankan Dukung Pemulihan Ekonomi Tahun 2022
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Hamdani (94)

By Hamdani

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan