Hari Ini Agenda Gelar Perkara Insiden Waduk Kedung Ombo

Hari Ini Agenda Gelar Perkara Insiden Waduk Kedung Ombo

0 0
Read Time:2 Minute, 7 Second

SEMARANG | Grow Media Indonesia – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mulai meningkatkan penyelidikan kasus kecelakaan perahu di Waduk Kedung Ombo, Kecamatan Kemusuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Diketahui insiden tersebut mengakibatkan 20 orang penumpang tercebur ke dalam air, dan 9 orang meninggal dunia. Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, saat dihubungi wartawan, Senin malam, (17/5/2021).

Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna menjelaskan saat ini pihak Polda Jawa Tengah sudah ada delapan saksi yang diperiksa dalam insiden perahu di waduk Kedung Ombo itu. Kedelapan saksi tersebut, terdiri dari pengelola wisata Waduk Kedung Ombo, pengemudi perahu, pemilik rumah makan apung, kepala desa, penjaga masuk dan juga keluarga korban.

“Kita belum tetapkan tersangka, karena prosesnya baru penyelidikan. Kalau sudah gelar dan naik ke tingkat penyidikan baru kita bisa menentukan tersangka, untuk saat ini belum,” jelasnya.

Dikatakan Iskandar, bahwa Kepolisian baru akan melakukan gelar perkara dalam kasus kecelakaan air ini. Hal ini dilakukan untuk menentukan status dalam perkara tersebut, sehingga nantinya bisa ditingkatkan pada penyidikan.

“Rencananya baru besok Selasa pagi (18/5/2021,hari ini-red), akan dilakukan gelar dalam perkara tersebut, dan hasil dari gelar perkara itu nantinya. Baru kita ke tahap penyidikan pada kasus ini,” katanya.

Iskandar juga mengungkapkan, dalam insiden itu, diketahui bahwa pengemudi perahu masih di bawah umur dan masih keluarga dari pemilik rumah makan apung itu sendiri. Menurut informasi yang diterimanya, pengemudi perahu ini adalah masih keponakan pemilik warung apung tersebut.

Baca Juga :   Ribuan Santri Ponpes API Tegalrejo Ikuti Vaksinasi Merdeka

“Usianya masih 13 tahun, dia disuruh pemilik warung apung itu sendiri, mengantar penumpang dan menjemput penumpang menuju ke rumah makan miliknya. Jaraknya memang cukup lumayan jauh,” ungkapnya.

Terkait dengan adanya penutupan lokasi tempat wisata usai kejadian kemarin, dia menuturkan, perintah penutupan bukan dari Kapolda Jateng saja. Namun dari tim Satgas Covid-19 yang melakukan penutupan semua lokasi wisata itu.

“Karena Satgas Covid-19 banyak menemukan pengunjung yang datang dengan melebihi kapasitas 50 persen, hal itu sudah melanggar protokol kesehatan. Kemudian Ketua Satgas memberikan petunjuk apabila melanggar protokol kesehatan silakan ditutup sementara tempat wisata tersebut,” tuturnya.

Kabid Humas Polda Jateng juga mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak mengunjungi tempat wisata yang sudah terlihat agak ramai. Selain itu juga untuk selalu menggunakan masker serta menjaga jarak, mengingat Covid-19 semakin meningkat di Indonesia saat ini.

“Saya minta kepada masyarakat yang akan berkunjung ke tempat lokasi wisata, perhatikan jumlah pengunjung, dan terapkan protokol kesehatan. Jika berwisata ke air, perhatikan apakah tersedia pelampungnya atau tidak, serta muatan kapasitas penumpangnya berapa, itu harus di perhatikan. Jika tidak ada yang sampaikan tadi, laporkan segera pada petugas yang ada di lokasi,” pungkasnya. (NK)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Daerah Viral