1 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

Muara Teweh – Terkait perkembangan kasus Penangkapan pelansir yang di duga melakukan Transaksi BBM Ilegal di SPBU Jalan Pramuka (Selasa 4/5/2021), Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Kismanto Eko Saputro, ketika dikonfirmasi terkait perkembangan kasus dan potensi ada tidaknya tersangka baru, melalui aplikasi WhatsApp mengatakan belum ada.

“Belum ada, nanti kalau ada dikabarin, proses tetap lanjut ” jelas Kombes Pol Kismanto Eko Saputro.

Ditreskrimsus Polda Kalteng mengamankan Pelangsir Bio Solar Subsidi di SPBU Muara Teweh di SPBU Jalan Pramuka Kel. Lanjas Kec. Teweh Tengah Kab. Barito Utara, Kalteng, Selasa (4/5/2021).

Pelaku MD (40) yang diamankan adalah warga Jalan Penreh Kel. Lanjas Kec. Teweh Tengah Kab. Barito Utara.

MD diamankan saat mengisi BBM jenis bio solar bersubsidi ke dalam enam buah jerigen kapasitas 35 liter.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Dr Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M melalui Dirreskrimsus Kombes Pol Bonny Djianto, S.I.K saat menggelar konferensi pers di Mapolda Jalan Tjilik Riwut Km 1 Kota Pakangka Raya, Jumat (7/5/2021) mengatakan bahwa pelaku MD ditangkap berawal dari adanya laporan masyarakat.

“Pelaku kami tangkap berawal dari laporan masyarakat bahwa di SPBU Jalan Pramuka, Muara Teweh sering terjadi transaksi BBM ilegal,” jelas Bonny.

Barang bukti yang berhasil diamankan Dirreskrimsus berupa, satu unit mobil merk Isuzu warna biru, sembilan buah jerigen kapasitas 35 liter, BBM jenis bio solar bersubsidi sebanyak 200 liter, satu buah selang spiral ukuran satu inch dan dua lembar catatan penjualan BBM jenis bio solar.

Pelaku di kenakan pasal 55 undang-undang Nomor 22 Tahun 2021 tentang minyak dan gas bumi yang telah dirubah ketentuannya sebagaimana dimaksud dalam undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja pada bagian keempat paragraf 5 Energi dan Sumber Daya Mineral pasal 40 yaitu merubah ketentuan pasal 55 undang-undang migas nomor 22 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp 60 milyar.

Baca Juga :   Bus Damri Terjun ke Sungai, Rumkit Bhayangkara Rawat 16 Korban Luka

Pelaku MD (40) sudah ditetapkan menjadi tersangka dan sudah diamankan di ruang tahanan Polda Kalteng.

Tajeri, salah satu anggota dewan dari Partai Gerindra ikut angkat bicara terkait ditetapkan MD yang berprofesi sebagai pelansir sebagai tersangka dan perkembangan kasus tersebut.

“Tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api, ada apa ?. Nah apa kata dunia. Hahahaha” komentar Tejeri melalui WhatsApp kepada media ini.

(Risma)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Muhamad (328)

By Muhamad

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan