0 0
Read Time:2 Minute, 1 Second

MAGELANG | Grow Media Indonesia – Menjelang Idul Fitri menjadi momen membahagiakan bagi Nenek Sumini (78). Ia akhirnya bisa bertemu dengan keluarganya setelah 36 tahun putus komunikasi.

Pasalnya pada Selasa (11/5/2021) Nenek Sumini dipertemukan kembali dengan keluarganya oleh Pekerja Sosial Balai Kartini Temanggung UPT Kementerian Sosial. Petugas didampingi Dinas Sosial PPKB PPPA Kabupaten Magelang, dan Pemerintah Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Pekerja Sosial Balai Kartini Temanggung UPT Kementerian Sosial, Sartono menerangkan, setelah melalui proses lebih kurang satu bulan, akhirnya Simbah Sumini dapat kita antar pulang ke keluarganya di Dusun Sabranggowok, Desa Sengi, Dukun, Magelang.

“Di mana sebelumnya beliau hidup sendirian dan terlantar di Cublikan Kowangan Temanggung,” terang Sartono.

Menurut Sartono, pihaknya menerima laporan masyarakat terkait adanya lansia yang terlantar, hidup sendirian di dekat pemakaman. Kemudian Sumini dirawat dan saat ini menderita sakit mata katarak, sehingga tidak bisa melihat.

Balai Kartini saat ini memberikan multi layanan, tidak hanya bergerak ke disabilitas intelektual, tetapi juga orang dengan gangguan jiwa, lansia/anak terlantar dan lain-lain.

“Termasuk dalam kasus Simbah Sumini ini, kami rawat, dan kami berusaha mencari informasi keluarga inti beliau. Rupanya Simbah Sumini masih ingat tempat asalnya, yaitu bernama Dusun Sabrang yang terletak di lereng gunung Merapi,” terang Sartono.

Berbekal nama Dusun Sabrang yang berada di lereng gunung Merapi ini, Balai Kartini mencari informasi, dan sampai ke wilayah Kecamatan Dukun Magelang, sehingga bisa menemukan keluarga inti Nenek Sumini.

“Simbah Sumini menikah dengan Pak Man orang Temanggung dan tinggal di Temanggung, pernikahan mereka tidak dikaruniai anak. Pak Man dan Simbah Sumini pernah pulang ke Sengi Dukun namun sudah lama sekali. Empat tahun lalu Pak Man meninggal dunia, sehingga Simbah Sumini bertahan hidup dengan mencari rongsok,” papar Sartono.

Baca Juga :   Banjir Genangi Tujuh Kelurahan di Batang

Beruntung ada keponakan Nenek Sumini, yang bernama Tukimin Mintarjo, yang ingat akan sosok Nenek Sumini. Dirinya ingat saat masih kecil Pak Man dan Simbah Sumini datang ke Dusun Sabranggowok.

“Simbah Sumini punya tiga saudara namun sudah meninggal dunia semua. Saya ingat nama panggilan Simbah Sumini adalah Sumi. Saat melihat fotonya saya yakin Simbah Sumini adalah Simbah Sumi yang saya maksud,” terang Tukimin Mintarjo, kelahiran tahun 1967 ini.

Kasi Pembinaan pada Dinas Sosial PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Suroto, menuturkan, cukup sering menemukan lansia warga Kabupaten Magelang di luar wilayahnya, dan mereka dapat dipertemukan kembali dengan keluarganya.

“Karena dirawat dengan keluarga inti akan lebih baik dibanding dirawat di Panti Jompo. Maka reunifikasi mempertemukan keluarga yang terpisah ini harapannya akan membawa kebaikan yang positif bagi kesehatan fisik dan mental,” harap Suroto. (AG)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan