Warga Desa di Boyolali Ini Gelar Doa Bersama untuk Perantau

Warga Desa di Boyolali Ini Gelar Doa Bersama untuk Perantau

0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

BOYOLALI | Grow Media Indonsia – Dengan adanya kebijakan pemerintah mengenai larangan mudik, para perantau terpaksa tidak dapat merayakan hari raya Idul Fitri di kampung halamannya. Tak terkecuali ribuan perantau dari Dukuh Miri Bosok, Desa Pranggong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali yang terpaksa harus berlebaran di tanah rantau.

Namun demikian, pada hari ini Minggu (9/5/2021) warga Dukuh Miri Bosok Desa Pranggong menggelar sebuah acara doa bersama di depan Masjid At Taqwa, Dukuh Miri Bosok. Doa bersama ditujukan bagi para perantau di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan yang tersebar di seluruh wilayah tanah air

Kepala Desa Pranggong, Wagimin menjelaskan, bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh larangan pemerintah untuk mudik.

“Dan pastinya kami mendoakan untuk selalu sehat wal afiat, cukup rejeki, berkah manfaat fidunya wal akhirat,” ungkapnya.

Wagimin mengatakan bahwa jumlah perantau di desanya mencapai lebih dari 1000 orang, karena Desa Pranggong terdapat delapan dukuh dengan jumlah penduduknya sekitar 3500 orang. Pada acara ini, Desa Pranggong membuat slogan tersendiri, yaitu “Ora mudik ora papa sing penting bisa sedekah” (tidak mudik tidak apa-apa, yang penting bisa bersedekah).

Diterangkan Wagimin maksud dari slogan tersebut adalah para perantau Desa Pranggong bersama-sama menghimpun dana yang awalnya akan dipergunakan untuk mudik, dengan adanya larangan dari pemerintah sehingga dialihkan menjadi dana sedekah. Dana sedekah yang terkumpul, diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, kaum dhuafa, marbot masjid, guru ngaji yang berada di desa setempat.

“Mereka bahu membahu, saling menginformasi kepada seluruh anggota paguyubannya, untuk mengumpulkan biaya yang tadinya untuk mudik. Mereka galang bersama dan disumbangkan kepada masyarakat yang ada di tanah kelahirannya,” jelas Wagimin.

Baca Juga :   Inginkan Perubahan Positif SKPD, Bupati Lantik Tiga Pejabat Eselon II

Pada Ramadan tahun ini, Dukuh Miri Bosok mengadakan kegiatan berbagai lomba keagamaan untuk anak-anak. Seperti seni baca Alquran, hafalan surat pendek, adzan, wudhu dan praktik salat dan nantinya akan diakhiri dengan lomba takbir untuk lansia dan anak-anak.

“Kegiatan itu untuk memacu semangat mereka mendekatkan diri kepada Allah pada bulan suci Ramadan ini,” ucap Wagimin.

Selain itu, kegiatan yang didukung seluruh elemen masyarakat ini, mengundang pendakwah Habib Abdurahman Fahmi Assegaf dari Solo dan Kya Munawar Zayn dari Boyolali. (KominfoByl/AG)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Daerah