0 0
Read Time:1 Minute, 32 Second

MAGELANG | Grow Media Indonesia – Banyak komunitas yang bergerak di bidang sosial, salah satunya Komunitas Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Magelang Raya, yang terbentuk pada 2018. Komunitas tersebut mengkhususkan diri pada kegiatan sosial pengawalan mobil ambulans dalam keadaan darurat.

Salah satu anggota IEA Magelang Raya, Nur Widhi Setyabudi mengatakan komunitas ini mempunyai struktur organisasi mulai dari Pusat Jakarta hingga ke daerah, termasuk Magelang Raya. Awal berdirinya karena keprihatinan ketika melihat langsung kendaraan ambulans banyak menemui kendala saat dalam keadaan darurat.

“Sehingga kami mencoba untuk membantu pengawalan hingga ke rumah sakit dengan sukarela,”ucap warga Giritengah Borobudur Magelang ini, Rabu (5/5/2021).

Widhi menjelaskan anggota IEA Magelang Raya tersebar di seluruh wilayah Magelang. Dengan 14 anggota aktif yang terbiasa mengawal ambulans setiap saat langsung di jalan raya.

“Banyak juga kejadian mendadak melihat ambulans di jalan kemudian anggota kami memberikan kode kepada pengemudi ambulans untuk memberikan pengawalan. Kalau tidak mendadak, biasanya menggunakan formasi dua sepeda motor di depan sebagai pembuka jalan, dan tiga sepeda motor di belakang ambulans,” terang Widhi.

Berkaitan dengan risiko pengawalan, anggota IEA Magelang Raya, juga dibekali dengan pelatihan safety riding dan pertolongan pertama pada kecelakaan, yang dilakukan secara berkala.

“Oleh karenanya dalam pengawalan ambulans, anggota kami harus tetap menghargai kendaraan lainnya. Melakukan pembukaan jalan dengan sopan, agar jalan menjadi terbuka dan kendaraan ambulans dapat melaju lancar hingga ke rumah sakit yang dituju. Kalau dalam keadaan biasa, mengantar pasien rujukan, biasanya pengawalan dilakukan pada kecepatan 70-80 km/jam, kalau ambulans mengangkut pasien darurat maka kecepatan bisa melebihi kecepatan tadi,” papar Widhi.

Baca Juga :   Babinsa Koramil 1013-11/Sumber Barito Komunikasi Sosial dan Masyarakat

Ketua IEA Magelang Raya, Agus Hasanudin, mengatakan, selain pengawalan ambulans, komunitas tersebut juga ikut dalam Pos Pam arus mudik/hari besar, kebencanaan, dan Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat (PPGD).

“Untuk kegiatan pengawalan ambulans dari pusat ada asuransi untuk anggota sedang dalam proses,” tutur Agus, warga Kijingsari Wetan 02/01, Jogomulyo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. (AG)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan