0 0
Read Time:2 Minute, 57 Second

MAGELANG | Grow Media Indonesia – Badan Otorita Borobudur (BOB) melakukan Roadshow sosialisasi Masterplan BOB di DIY-Jateng. Setelah di Kabupaten Kulonprogo dan Kota Semarang, kini BOB menggelar sosialisasi di Balkondes Karangrejo, Kabupaten Magelang, Selasa (4/5/2021).

Badan Otorita Borobudur (BOB) yang berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2017, telah selesai membuat Masterplan sebagai rancangan kawasan pariwisata Zona Otorita seluas 309 hektar akan dibangun. Di mana 50 ha lahan akan dikelola BOB sebagai HPL. Sedangkan 259 ha lagi BOB akan bekerjasama dengan Perhutani untuk membangun kawasan sebagai destinasi alam sesuai aturan yang berlaku.

Kawasan Otorita yang diberi nama Borobudur Highland terletak di perbukitan Menoreh wilayah Purworejo. Untuk memberikan gambaran seperti apa konsep kawasan tersebut maka diadakan sosialisasi kepada stakeholder agar mengerti dan memahami, sehingga bersiap untuk maju bersama mengembangkan pariwisata di seputar Zona Otorita.

Direktur Utama BOB, Indah Juanita menjelaskan pihaknya mengembangkan proyek Borobudur Highland, sebuah kawasan pariwisata terpadu berbasis resort dan menjadi produk pariwisata baru di Kawasan Pariwisata Borobudur. Mengangkat tema cultural eco-resort, proyek ini bernilai investasi Rp1,5 triliun, dan digadang-gadang bisa menyerap 1.800 tenaga kerja di seputar Zona Otoritatif.

Berdasarkan Masterplan, kawasan Borobudur Highland terbagi menjadi lima distrik atau zona yaitu, Zona Gerbang Masuk (the gate), Zona Resort Eksklusif (exclusive resort), Zona Wisata Petualangan (adventure tourism), Zona Wisata Budaya (cultural tourism), dan Zona Ekstrim (extreme tourism).

“Selain itu, akan dikembangkan beberapa sarana dan wahana. Di antaranya:  Komersial UMKM, Amphitheater, Taman Anggrek, Tree Top Cycling, Mountain Biking, Multimedia Night Walk, Zip Coaster, Outbond Centre, Children Playgroup and Mini Zoo, Borobudur Conner, Health Spa and Wellness Centre, Forest traching dan Off Road,” terang Juanita.

Baca Juga :   Heris Ompu Kapa'a Berharap Hilangkan Budaya Blokir Jalan

Tujuan kegiatan Sosialisasi Masterplan Zona Otorita Kawasan Pariwisata Borobudur Highland adalah memberi informasi detail Masterplan kepada pemerintah daerah yang berada disekitar kawasan Zona Otoritatif. Selain itu, untuk memberikan pemahaman detail isi dari masterplan yang menerangkan seberapa banyak daerah terpengaruh atas adanya kegiatan dari masterplan. Kemudian menerangkan timeline kerja yang akan dibangun oleh Badan Otorita Borobudur; menerangkan kepada pemerintah daerah terkait efek positif dari pengembangan Kawasan tersebut.

Dalam pengembangan kawasan ini, BOB juga terus bersinergi dengan warga di sekitar, sebab mereka yang akan menjaga lingkungan. Indah memastikan bahwa Borobudur Highland akan bermanfaat untuk warga sekitarnya. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah penyediaan infrastruktur mulai air, listrik, telepon dan jalan yang akan bisa ikut dimanfaatkan oleh warga.

Selain itu, warga akan dilibatkan untuk pemenuhan kebutuhan pariwisata seperti penyediaan konsumsi dan kuliner hingga penampilan kesenian rakyat agar bisa tampil untuk wisatawan.

“Dia bisa apa, jadi bisa suplai ke dalam. Jadi, masyarakat sekitar jangan sampai hanya menjadi penonton,” tegas Juanita.

Asisten Perekonomian Pembangunan Setda Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso mengatakan, program  tersebut sangat berdampak positif pada Kabupaten Magelang.

“Masterplan Zona Otorita Kawasan Pariwisata Borobudur atau juga disebut Kawasan Borobudur Highland merupakan sebuah rencana induk yang berfungsi sebagai petunjuk pembangunan pariwisata di sekitar wilayah Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. Sebagai alat kontrol bagi pembuat kebijakan pariwisata, juga dalam rangka mengoptimalisasi sumber daya pariwisata secara efisien,” katanya.

Visi dari pengembangan kawasan ini adalah menjadikan Kawasan Borobudur Highland, sebagai kawasan wisata berkelas internasional yang berkelanjutan, edukatif, dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi dan pariwisata termasuk di wilayah Kabupaten Magelang.

Baca Juga :   Babinsa Banyuadem Srumbung Dampingi Tracking dan Swab Antigen

“Dengan adanya masterplan ini, diharapkan dapat terintegrasi dengan Kabupaten atau Kota yang bertetangga dengan Kabupaten Magelang, serta sebagai wujud akselerasi penggerak perekonomian di sektor wisata.

Karena dalam rantai pasok pariwisata begitu banyak keterlibatan pelaku usaha UKM yang harus terus ditingkatkan, terlebih lagi dapat menyerap tenaga kerja lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Serta dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi di Kabupaten Magelang,” pungkas Iwan Sutiarso. (KominfoMgl/AG)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan