0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

KLATEN | Grow Media Indonesia – Setelah sempat sepi pembeli akibat Pandemi Covid-19 kini perajin camilan ‘Rambak Cakar’ di Buntalan Klaten mulai menggeliat, pesanan meningkat. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu perajin yakni Tri Winingsih (39) pemilik Rambak Cakar Sumber Rejeki (SR). Di masa pandemi omset menurun hingga 50 persen dibanding sebelumnya.

“Dulu banyak yang beli, sekarang satu hari hanya 40 kilo rambak basah. Kalau yang matang (tinggal makan-pen) satu hari 10 kilo sampai 15 kilo saja. Selama pandemi turun banyak , apalagi tahun kemarin (2020) tidak ada pemasukan sama sekali, sampai saya punya cicilan minta diperpanjang,” ungkapnya.

Tri Winingsih atau yang akrab disapa Wiwik tersebut mengaku, dia bersama suaminya, Wariso, sudah menjadi perajin Rambak Cakar sejak 2012. Tetapi saat ini Wiwik fokus mengurus dua buah hatinya dan Wariso yang fokus mengelola usaha tersebut. Dalam memproduksi rambak dibantu satu orang pekerja. Dikatakan Wiwik, selain keluarganya juga ada 7 perajin rambak cakar yang senasib dengannya selama masa pandemi ini.

Kini Wiwik bersama suaminya mulai merangkak dan kembali bangkit untuk memasarkan produknya. Ia mengaku tetap menjaga cita rasa Rambak Cakar, mengenai harga disesuaikan dengan harga bahan baku, bisa naik atau turun.

“Menjelang lebaran ini Rambak Cakar seharga Rp. 32.000 per 2 Ons dan pada hari biasa hanya Rp 26.000 per 2 ons. Kita juga membuat dan menjual camilan dari usus ayam, belut, dan paru. Pandemi semoga segera berakhir dan banyak yang kembali bisa membeli kesini lagi,” pungkas perajin yang beralamat di Jalan Lemahireng, Sabrah, Buntalan, Klaten Tengah ini. (KominfoKlaten/AG)

Baca Juga :   Gelar Apel Gabungan TNI-Polri Serta Remaja Masjid Guna Pengamanan Paskah
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan