Talud Jembatan Pabuaran Ambrol, Kerugian Kurang Lebih 500 Juta

0 0
Read Time:1 Minute, 28 Second


Pemalang, Jateng | Grow Media Indonesia – Talud Jembatan penghubung Desa Pabuaran dan Desa Sarwodadi, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah talud dindingnya amblas tergerus banjir pada Selasa 12 Januari 2021. Dan kondisi ini sangat dikhawatirkan warga yang melintas, karena merupakan jalur utama. Selain talud yang amblas, jalan aspal di ujung jembatan juga mulai rusak kemungkinan akibaat musim hujan.

Menurut Qomarudin salah satu warga Desa Pabuaran amblasnya talud tersebut akibat derasnya aliran sungai, karena intensitas hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini.

“Belakangan ini curah hujan cukup tinggi dengan kondisi talud kurang miring dan terlalu vertikal sehingga talud ambrol. Mungkin karena intesitas air cukup tinggi, dan lubang jalur air kurang di dinding talud sehingga tidak kuat menahan beban air jadi ambrol,” kata Qomar, Rabu (13/1) malam pukul 19:15 WIB.

“Kondisi jembatan dan jalan yang rusak sudah menjadi kekhawatiran warga setempat, mengingat vitalnya jalur tersebut sebagai Jembatan penghubung dua desa yang berlokasi di tengah hutan Jati, antara Pabuaran dan Desa Sarwodadi,” Jelas Qomar kepada Media ini.

Hal yang sama juga disampaikan Suharno Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Pemalang, saat dilokasi peninjauan, hal itu diakibatkan tingginya intensitas hujan yang menguyur wilayah Bantarbolang, pada Pkl 16.30 WIB sampai 21.30 WIB, khususnya di Desa Pabuaran ini hingga debit air Kali Comal mengalami kenaikan hingga menghantam dinding sisi kanan jembatan mengakibatkan talud dinding itu longsor. Menurutnya akibat kejadian itu kerugian ditaksir kerugian kurang lebih 500 juta.

Baca Juga :   Himbau Kamtibmas, Polsek Cipocok Jaya Sambang Desa

Sampai saat ini Warga bersama Relawan dan unsur Muspika Kecamatan Bantarbolang masih melakukan kerja bhakti untuk renovasi jembatan lama merenovasi jembatan gantung yang dulu sebagai akses utama. “Jembatan tersebut kini difungsikan kembali, dan tanggul penahan air di sayap barat jembatan untuk ambrol di urug menggunakan karung berisi pasir, untuk mengurangi resiko kerusakan sehingga nantinya bisa dilewati lagi untuk sementara,” Pungkas.(fah)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Fahroji

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ketua MUI Kab Tangerang, Dukung Listyo Sigit Jadi Kapolri

Jum Jan 15 , 2021
Total Pembaca : 9 Grow media indonesia | Tangerang – Dukungan kepada Komjen Pol Listyo Sigit yang pernah menjabat sebagai Kapolda Banten untuk menjadi Kapolri terus mengalir. Baik itu dari ulama, tokoh masyarakat, ketua padepokan dan masih banyak lainnya. Kali ini, dukungan untuk Komjen Listyo Sigit datang dari ketua MUI […]