Ganjar: Vaksinasi Di Jateng 14 Januari 2021

0 0
Read Time:3 Minute, 34 Second

Semarang, Jateng | Grow Media Indonesia – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia pada Senin 11 Januari 2021, telah memberikan persetujuan dan ijin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) kepada CoronoVac, vaksin virus corona produksi Sinovac.

Terkait dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan segera akan mendistribusikan vaksin ke kabupaten/kota.
Ganjar juga memastikan bahwa vaksinasi di Jawa Tengah siap dimulai 14 Januari 2021 mendatang.

“Kami sudah siap semuanya. Jadi begitu BPOM mengeluarkan ijin maka Dinkes tinggal menyebarkan. Sebenarnya rantai dingin sampai ke tingkat Puskesmas di Jawa Tengah sudah siap semua,” kata Ganjar, seusai rapat koordinasi sosialisasi vaksin dengan Menteri Kesehatan secara virtual, di Rumah Dinas Puri Gedeh, Senin (11/1/2021).

Sebanyak 62.560 vaksin Covid-19 telah sampai di Semarang, Jawa Tengah pada 4 Januari 2021 lalu. Sejak saat itu vaksin disimpan di gudang penyimpanan milik Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Vaksin tidak langsung didistribusikan ke kabupaten/kota karena masih menunggu izin penggunaan atau EUA dari BPOM.

Kita tinggal men-deliver saja, kemarin kita hanya menunggu ijin BPOM karena kalau terlanjur dikasih ke sana (kabupaten/kota) terus sampai sana masih belum ada ijin kita khawatirkan perawatannya nanti berbeda-beda. Jadi kita tahan dulu di sini karena peralatannya bagus. Begitu ijin ini keluar maka langsung kami siapkan pendistribusiannya “, papar Ganjar.

Berdasarkan arahan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, MUI sudah memberikan sertifikasi halal dan BPOM juga sudah memberikan izin penggunaan vaksin Covid-19.
Maka dari itu setiap daerah harus menyiapkan tempat vaksinasi dan vaksinator untuk mulai mulai menyuntikkan vaksin pada hari Kamis (14/1/2021) atau Jumat (15/1/2021).

Baca Juga :   Tugas Akhir Jadi Syarat Mutlak Kelulusan Taruna Akademi Militer

“Arahan Menteri Kesehatan tadi sudah sangat jelas agar kita menyiapkan untuk vaksinasi. Tanggal 13 Januari Presiden. Diharapkan gubernur dan seluruh forkompimda termasuk para dokter dan perawat (nakes), kemudian tokoh agama dan tokoh masyarakat pertama di tanggal 14 Januari 2021. Kita sudah siapkan secara teknis. Tanggal 14 Januari itu sudah siap suntik. Vaksinator juga sudah siap semuanya,” pungkas Ganjar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan bahwa distribusi vaksin ke kabupaten/kota akan dilakukan setelah ijin dari BPOM keluar.
“Setelah sampai di daerah, domain distribusi akan berada di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, kemudian disalurkan ke fasilitas kesehatan yang ada”, kata Yulianto.

Sebagaimana kita ketahui, sesuai dengan rencana, pemerintah akan memulai program vaksinasi massal pada hari Rabu 13 Januari 2021, dimana Presiden RI Joko Widodo akan menjadi orang pertama yang menerima vaksin virus corona CoronoVac.

dr. Siti Nadia Tarmidzi selaku juru bicara Vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa vaksinasi akan dilakukan secara bertahap di 34 provinsi.

“Untuk menuntaskan program vaksinasi Covid-19 di 34 provinsi yang mencapai total populasi sebanyak 181,5 juta jiwa, akan memakan waktu selama 15 bulan, yang akan dimulai dari bulan Januari 2021 hingga Maret 2022”, kata dr. Siti Nadia.

dr. Siti Nadia memaparkan bahwa pelaksanaan vaksinasi covid dibagi menjadi dua periode yaitu : Periode pertama dari bulan Januari hingga April 2021, dengan memprioritaskan 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik yang ada di 34 provinsi; Periode kedua dari bulan April 2021 hingga Maret 2022, untuk menjangkau jumlah masyarakat hingga 181,5 juta orang.

Sementara itu, lanjut dr. Siti Nadia, tahapan pelaksanaan vaksinasi virus corona adalah sebagai berikut:
1. Tahap 1 dengan waktu pelaksanaan Januari-April 2021.
Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
2. Tahap 2 dengan waktu pelaksanaan Januari-April 2021.
Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 2: Petugas pelayanan publik yaitu TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.
3. Tahap 3 dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022
Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 3 ialah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.
4. Tahap 4 dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022.
Sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Baca Juga :   Babinsa Koramil 1013-01/Kandui Tegakkan Protkes Covid-19

Detail tahapan pelaksanaan vaksinasi virus corona tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No. HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.(Ad17).

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Adang Purnomo

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Akhir dari pelarian DPO kasus pembunuhan warga jaya tunggal

Sel Jan 12 , 2021
Total Pembaca : 3 DPO Dugaan Pembunuhan di Desa Jayatunggal Berhasil Diamankan Grow-mi-club-musi Rawas sumsel – Koordinasi lintas Provinsi guna menangkap pelaku Pembunuhan yang melarikan diri ke wilayah Kabupaten Kuansing berbuah hasil. Pelaku Pembunuhan An. HS berhasil diringkus Satreskrim Polres Kuansing dibawah pimpinan Ipda Asep Saifurrohman, S.Tr.K yang memback up […]