Dianggap Merugikan Unilak Dan Membuat Kegaduhan Dengan Memprovokasi antar Mahasiswa, BEM Unilak Tuntut Rektor Mundur

0 0
Read Time:2 Minute, 8 Second

CROW MEDIA INDONESIAN | PEKANBARU – Universitas Lancang Kuning (Unilak) dituntut agar  mundur dari jabatannya. Tuntutan itu disampaikan puluhan mahasiswa Unilak yang  menggelar aksi demo di Kampus Unilak,  Rumbai, Provinsi Riau, Jumat (08/01/2021).

Koordinator aksi demo Cep Permana Galih, yang juga Presiden mahasiswa Unilak, mengatakan, tindakan yang dilakukan rektor Unilak banyak melakukan kesalahan, untuk itu mereka menuntut agar Rektor Unilak untuk mundur, termasuk wakil rektor 3. Banyak kesalahan rektor yang tidak diselesaikannya seperti penjualan skripsi, penebangan pohon dan tindakan lainnya

“Hari ini kami melakukan aksi demontrasi terkait tindakan rektor yang ngawur. Hampir seluruh mahasiswa turun hari ini, untuk meminta pertanggung jawaban rektor atas tindakannya yang ngawur dan menabrak semua regulasi. Terlalu banyak kesalahan rektor yang tidak diselesaikannya seperti penjualan skripsi, penebangan pohon sampai intervensi ke organisasi mahasiswa (ormawa unilak),”
ujar Cep Permana  kepada Media.

Cep juga menambahkan banyak tindakan tindakan rektor yang nyeleneh seperti rektor yang ikut campur dalam urusan kemahasiswaan dan kami juga akan menyampaikan aspirasi kami kekantor Yayasan Raja Ali Haji (YASRAH).

Berikut Tuntutan yang akan di sampaikan :

  1. Bahwa persoalan penjualan skripsi sampai kini Rektor belum mampu untuk menyelesaikannya.

  2. Bahwa persoalan penebangan pohon ilegal sampai kini Rektor belum bertanggungjawab.

  3. Bahwa persoalan ORMAWA yang kini diintervensi & dicampuri Rektor.

Maka dengan tiga tuntutan tersebut BEM Unilak meminta dan melakukan aksi sebagai berikut :

  1. BEM UNILAK meminta REKTOR UNTUK TURUN DARI JABATANNYA.

  2. BEM UNILAK akan melakukan aksi demonstrasi di kantor YAYASAN RAJA ALI HAJI.

  3. BEM UNILAK akan melakukan aksi demonstrasi di LLDIKTI KOPERTIS WILAYAH X.

Baca Juga :   BEM & DPM Fakultas Hukum Unilak, Gelar Aksi Terkait SK Drop Out Mahasiswa

Dikatakan Cep Permana, Jadi aksi yang di gelar BEM Unilak bukan tanpa alasan, mereka miris melihat keadaan kampus yang saat ini terbengkalai dan rektor tidak bisa menyelesaikan konflik. Sehingga mereka tergerak untuk menyelematkan Unilak dari tindakan tidak baik dari rektor, yang merugikan Unilak.

Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa Unilak, George Tirta Prasteyo, menambahkan, aksi mereka ini dijalankan untuk menyampaikan aspirasi dari mahasiswa Unilak, yang telah resah dengan tindakan yang dilakukan oleh rektor. Dan mereka ingin berjumpa dengan rektor untuk mendapatkan penjasan, namun tidak ada satupun dari rektor dan wakil yang mau menjumpai mereka.

“Yaa, benar kami melakukan aksi demonstrasi ini atas dasar keresahan yang sama. Kami kesal dan kecewa dengan pak rektor, karna pada saat kami melakukan aksi tidak ada saru orang pun pihak rektorat yang turun untuk menjumpai kami,” kata Tirta.

Dalam aksi demo mahasiswa ini sempat terjadi aksi dorong-dorongan dengan security Unilak, karena telah menghalangi mereka untuk masuk ke ruang rektor. Namun aksi ini bisa diredamkan setelah kedua belah pihak saling mundur.

Aksi mahasiswa ini akan kembali berlanjut dengan menggelar aksi demo ke Yayasan Ali Haji, Jalan Sudirman Pekanbaru.***

About Post Author

Grow Media Indonesia

Gaya penulisan dan peliputan, berani dan mencerdaskan. Dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik.
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Grow Media Indonesia

Gaya penulisan dan peliputan, berani dan mencerdaskan. Dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik.

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

8 Bulan Buron, Tersangka S Berhasil Diringkus Satreskrim Polres Blora

Sab Jan 9 , 2021
Total Pembaca : 1 Blora, Jateng | Grow Media Indonesia – Seorang laki-laki berinisial S (65 th) warga Desa Gaplokan Kecamatan Japah Blora Jawa Tengah, yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron selama 8 bulan dan ternyata bersembunyi di hutan, akhirnya berhasil diringkus oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreksrim) Polres […]