Walikota Semarang Berlakukan PKM, 7 Ruas Jalan Ditutup Total

0 0
Read Time:2 Minute, 19 Second

Semarang, Jateng | Grow Media Indonesia – Hendrar Prihadi Walikota Semarang Jawa Tengah, memutuskan untuk memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) sebagai tindak lanjut dari apa yang telah diputuskan oleh pemerintah pusat yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan di Pulau Jawa dan Bali, yang direncanakan mulai dari tanggal 11 hingga 25 Januari 2021.

“Melihat perkembangan sekarang ini, maka Pemkot Semarang akan menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat terkait PPKM, dengan penyesuaian yang telah kita bahas bersama Forkopimda”, kata Hendi, demikian sapaan akrab Walikota Semarang itu, Kamis (7/1/2021). Seperti dikutip dari semarangkota.go.id.

Adapun penyesuaian tersebut, lanjut Hendi, yaitu antara lain, yang pertama terkait sistem kerja, dimana jika sebelumnya Kota Semarang hanya menetapkan 50% pekerja untuk Work From Home (WFH), kini menjadi 75%, mengacu kebijakan pusat. Saat ini aturannya 50%, tapi akan disesuaikan menjadi 75%.

Namun apabila ada yang jumlahnya tidak bisa diberlakukan 75 persen wfh, maka kami juga akan mengatur pengurangan jam kerja, menjadi jam 08.00 sampai dengan 14.00″, terang Hendi.

Selanjutnya untuk kegiatan pendidikan, imbuh Hendi, di Kota Semarang masih memberlakukan sistem belajar dari rumah melalui metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistim daring.
“Sampai dengan saat ini kebijakan di Kota Semarang dari tingkat TK sampai SMP belum pernah memberlakukan pembelajaran tatap muka”, tukas Hendi.

Sementara itu, untuk jam operasional pusat-pusat perbelanjaaan, Walikota Semarang melakukan revisi aturan PKM Kota Semarang, dimana para pengelola harus menutupnya pada pukul 19.00 WIB.
Namun untuk tempat usaha lain seperti PKL, restoran dan tempat hiburan, bisa beroperasi hingga pukul 21.00 WIB. Terkait fokus pembatasan kapasitasnya atau pengunjung, pemerintah pusat menetapkan 25% tapi untuk Kota Semarang mengambil kebijakan maksimal 50%.

Baca Juga :   DPC Lin mura dukung Komjen pol Drs Listiyo Sigit Prabowo jadi Kapolri

Selanjutnya terkait kegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya yang diminta dihentikan oleh Pemerintah Pusat, Hendi meyakinkan untuk Kota Semarang, aktifitas di tempat ibadah masih diperbolehkan, namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta membatasi kapasitas sebanyak – banyaknya 50%.

Di sisi lain untuk kegiatan seperti seminar, dialog, diskusi selama dua minggu pengetatan PKM, Hendi minta semua aktifitas tersebut ditunda. Sedangkan untuk acara pernikahan, Pemerintah Kota Semarang hanya memperboleh sebatas akad nikah saja. “Pernikahan diperbolehkan dengan syarat penerapan prokes secara ketat dan pembatasan jumlah yang diundang. Kami hanya mengijinkan prosesi akad nikah, tidak dalam pesta pernikahan,” tegasnya.

Kemudian untuk aktifitas transportasi umum, dalam aturan PKM yang sudah ditetapkan sebelumnya tetap dijalankan. Hal itu termasuk operasional BRT Trans Semarang yang hanya boleh diisi 50% dari kapasitas penumpang, dengan pengecekan pemakaian masker serta suhu tubuh.

“Kita juga akan menutup 9 ruas jalan yang ada di Kota Semarang. Ada sebanyak 7 ruas jalan akan ditutup 24 jam, tapi khusus untuk Jl. Letjen Suprapto atau Kota Lama dan Simpang Lima akan ditutup mulai pukul 21.00 sampai 06.00 WIB.

“Insya Allah dalam satu atau dua hari, sudah ditandatangani dan siap untuk dijadikan kebijakan,” pungkas Hendi. (Ad17).

 

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Adang Purnomo

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

18 Orang Terduga Teroris Jaringan JAD Ditangkap dan Dua Tewas Tertembak di Makassar

Jum Jan 8 , 2021
Total Pembaca : 8 Grow-mi.club | Makassar – Sebanyak 18 orang terduga Teroris jaringan JAD diamankan dalam operasi Densus 88 Anti Teror di Makassar, selain itu dalam operasi tersebut mengakibatkan 2 (dua) orang meninggal dunia karena melakukan penyerangan kepada petugas dengan menggunakan senjata tajam jenis parang dan senapan angin jenis […]