Abu Bakar Ba’asyir Kembali Menghirup Udara Bebas

0 0
Read Time:2 Minute, 7 Second

Sukoharjo, Jateng | Grow Media Indonesia – Abu Bakar Ba’asyir seorang terpidana kasus terorisme, setelah menjalani masa tahanan selama 9 tahun 6 bulan dari total 15 tahun vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 16 Juni 2011. Dari vonis tersebut, dia mendapat remisi 55 bulan.

Abu Bakar Ba’asyir menjalani masa tahanan di dua lapas yaitu di Lapas Nusa Kambangan Cilacap Jawa Tengah dan Gunung Sindur Bogor Jawa Barat, dimana pada hari Jumat 8 Januari 2021 dinyatakan bebas murni.

Dikutip dari RRI.co.id, Jum’at (8/1/2021), Achmad Michdan kuasa hukum Ba’asyir memastikan bahwa pada saat keluar dari Lapas Gunung Sindur sekitar pukul 05.30 WIB, Ba’asyir dalam kondisi sehat.

“Ba’asyir dijemput oleh kedua anaknya yaitu Abdul Rohim dan Abdul Rosyid. Tidak ada simpatisan maupun kerumunan orang yang menyambut Ba’asyir saat keluar lapas”, kata Michdan.

Setelah menempuh perjalanan darat sekitar hampir 8 jam, Abu Bakar Basyir pimpinan Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo Jawa Tengah tersebut, tiba di rumahnya pada pukul 13.40 WIB.

Keterangan foto: Abu Bakar Ba’asyir saat turun dari mobil setibanya di Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo Jawa Tengah, Jum’at (8/1/2021), pukul 13.40 WIB.

Kedatangan Abu Bakar Basyir di Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo itu dikawal oleh sekitar 8 mobil yang dikoordinir Tim Pembela Muslim (TPM).

“Selain itu secara etafet pemulangan Abu Bakar Basyir juga dikawal oleh satu unit mobil ambulan dan BNPT serta tim Densus 88”, kata Michdan.

Ketua TPM Ahmad Midan saat memberikan keterangan persnya mengatakan bahwa pengawalan yang dilakukan itu sesuai standar saat menghantar bebasnya narapidana dalam kasus terorisme.

“Ya, terima kasih kami sudah dikawal sampai tujuan. Apalagi saat ini juga masih dalam suasana pandemi sehingga pengawalan ketat dipastikan memberikan rasa aman”, ungkap Ahmad Michdan.

Baca Juga :   Polres Magelang Kota Salurkan Bansos Kepada Pengasong Terminal Tidar

Namun Endro Sudarsono staf Humas dari Ponpes Al Mukmin, menyayangkan banyaknya mobil patroli dari Polres Sukoharjo di sekitar Ponpes yang berkeliling dengan menggunakan pengeras suara.

“Patroli bersenjata dalam rangka operasi yustisi penegakan protokol kesehatan itu seharusnya tidak perlu dilakukan apalagi di tengah kedatangan Ustad Abu Bakar Ba’asyir yang justru membuat masyarakat keluar dan membuat kerumunan,” tandas Endro.

Sementara itu salah satu putra Ustad ABB Abdul Rohim mengatakan bahwa pasca bebasnya Ustad Abu Bakar Ba’asyir para tamu yang ingin berkunjung tetap harus mematuhi protokol kesehatan terutama 3 M.

“Kita tidak menginginkan lantaran bebas menerima tamu, terus mengabaikan protokol kesehatan”, ujar Abdul Rohim.

Nantinya, imbuh Abdul Rohim, di pintu masuk tetap akan ditempatkan petugas khusus agar setiap tamu yang datang bersilaturahmi menemui Ustad Abu Bakar Ba’asyir dapat dilakukan secara bergiliran untuk mencegah persebaran Covid 19.(Ad17).

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Adang Purnomo

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Produksi Beras Petani Jepara Mampu Penuhi Kebutuhan Beras Program Sembako

Sab Jan 9 , 2021
Total Pembaca : 4 Jepara, Jateng | Grow Media Indonesia – Beras untuk bantuan yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam Program Pembako di Kabupaten Jepara Jawa Tengah, akan dipenuhi dari hasil produksi petani lokal karena produksi gabah para petani di Kabupaten Jepara mampu mencukupi kebutuhan tersebut. Terkait dengan […]