Jateng Terima SK Pengelolaan Hutan Seluas 37.270 Hektare

1 0
Read Time:2 Minute, 18 Second

Semarang, Jateng | Grow Media Indonesia – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengelolaan Hutan Sosial, Hutan Adat dan Tanah Objek Reforma Agraria atau TORA, kepada para gubernur secara daring melalui aplikasi zoom, Kamis (7/1/2021).

Dok. Foto: humas Prov. Jateng.

Pada kesempatan itu, Joko Widodo menyerahkan 2.929 SK kehutanan sosial di seluruh Indonesia seluas 3.442.000 hektare untuk 651.000 KK.
Selain itu, diserahkan pula 35 SK hutan adat seluas 37.500 hektare dan sebanyak 58 SK TORA, seluas 72 ribu hektare di 17 provinsi.

Sementara itu, Provinsi Jawa Tengah menerima sebanyak 86 SK dengan luas 37.270,06 hektare, bagi 19.257 Kepala Keluarga (KK), dan 64 hektare hutan adat di Kabupaten Brebes.

Dalam arahannya, Presiden Joko Widodo mengharapkan agar masyarakat bisa memanfaatkan akses pengelolaan hutan untuk peningkatan ekonomi dan menegaskan agar para penerima tidak memindahkan kepemilikan SK yang telah diterima.

“Manfaatkan untuk menanam tanaman yang produktif, di setiap daerah berbeda-beda. Tak hanya agroforestry tapi ecowisata juga bisa memberikan hasil agrosilvapastura, bisnis bioenergi, dan bisnis hasil hutan bukan kayu”, papar Joko Widodo.

Dok. Foto: Humas Prov. Jateng.

Tentang hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan sangat memahami pesan dari presiden. Menurutnya, penyerahan hak pengelolaan hutan harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Ganjar juga sudah memerintahkan jajarannya untuk mendampingi para kelompok petani hutan (KPH), dimana para petani nantinya berhak mengelola hutan sosial selama 35 tahun.

“Tolong dari dinas agar mendampingi, tanami dengan tanaman produktif, varietas baru dengan teknologi mutakhir yang memunyai nilai ekonomis tinggi,” urainya.
Selain hal itu, Ganjar juga berpesan kepada para penerima SK kehutanan untuk menjaga protokol kesehatan.

Baca Juga :   Sultan B Najamudin DPD RI : Penuhi Kebutuhan Hunian Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)

Dalam kesempatan yang sama, Widi Hartanto selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengemukakan bahwa kawasan hutan sosial tersebar di Blora, Grobogan, Batang, Sragen, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Pemalang, Kendal, Brebes, Pati, dan Kudus.

“Syarat pengelolaan hutan sosial dirumuskan dalam dua skema yaitu Ijin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) dan Pengakuan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK)”, kata Widi.

Pada skema IPHPS, lanjut Widi, warga wajib menanam tanaman sesuai yang dipersyaratkan. Di antaranya 50 persen tanaman keras, 30 persen MPTS (Multy Purpose Tree Species), dan 20 persen tanaman semusim. Sementara, untuk Kulin KK, bergantung pada naskah kesepakatan bersama dengan Perhutani.

“Pengawasannya, kami bersinergi dengan pemerintah pusat. Kita bimbing melalui penyuluh kehutanan, sesuai wilayah kerjanya memberikan penyuluhan hutan ini untuk kelola supaya hutan lestari ekonomi meningkat,” ujarnya.

Widi menambahkan bahwa pemanfaatan hutan sosial di Jateng sudah dirasakan hasilnya. Widi mencontohkan, di Grobogan ada kelompok tani hutan yang memanfaatkan lahan untuk menanam kayu putih.
“Selain kayu putih, ada juga di Pemalang sebagai ecowisata. Ya, harapannya konservasi terjaga, ekonomi meningkat,” pungkas Widi.(Ad17).

Sumber: Humas Jatengprov.go.id.

 

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Adang Purnomo

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lagu Bahasa Col Desa Saling,Viral di YouTube

Kam Jan 7 , 2021
Total Pembaca : 1 grow-mi-club,LAGU MUARA SALING NGETOP DI YOUTUBE MUARA SALING salah satu judul lagu yang di nyanyikan Rachma Meous feat faisal Rhodes yang kini populer di YOUTUBE dan jadi Trending semua warga Dusun Muara saling baik di dusun Muara saling maupun yang ada di Perantauan.Lagu yang menceritakan tentang […]