Sosialisasi dan Edukasi Persuasif, Langkah Antisipasi Penolakan Vaksinasi Covid

0 0
Read Time:2 Minute, 5 Second

Semarang, Jateng | Grow Media Indonesia – Adanya potensi penolakan dari masyarakat terhadap vaksin Covid-19, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menyiapkan langkah antisipasinya agar tidak terjadi penolakan dari pihak yang akan diberikan vaksin.

Langkah antisipasi tersebut akan dilakukan sebelum dilakukan pemberian vaksin, dimana pemberian vaksin akan dimulai dari tenaga kesehatan, tokoh publik, tokoh masyarakat hingga kemudian masyarakat.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memimpin rapat penanganan covid. (Dok. Foto: Prov. Jateng).

Ganjar Pranowo mengatakan bahwa potensi penolakan berasal dari masyarakat sehingga diperlukan sosialisasi.
“Potensi penolakan vaksin, biasanya karena mereka merasa tidak percaya dan tidak tahu. Oleh karena itu dengan sosialisasi yang dilakukan terus menerus, maka diharapkan pihak yang berpotensi melakukan penolakan akan bisa mengerti, dan kemudian bersedia untuk diberi vaksin”, kata Ganjar usai rapat evaluasi penanganan Covid di ruang rapat kantornya di Kota Semarang, Rabu (6/1/2021). Seperti dilansir dari Humas Jatengprov.go.id.

Apalagi nantinya, lanjut Ganjar, tidak hanya vaksin Sinovac, tapi ada juga vaksin yang lain seperti Pfizer dan Moderna. Adapun, kriteria yang dapat vaksin pertama adalah mereka yang berumur 18-59 tahun, tidak memiliki komorbiditas, tidak pernah Covid-19, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Saat ini, Pemerintah Jateng tengah menyiapkan diri siapa saja penerimanya, kalangan nakes yang akan menjadi pihak awal yang diberi vaksin, termasuk nakes TNI-Polri.

“Provinsi Jateng telah menerima sebanyak 62.560 dosis vaksin Covid-19 dan akan segera didistribusikan ke 35 kabupaten/ kota di Jateng. Sementara sedang dilakukan pendataan dan pelengkapan administrasi serta pengecekan-pengecekan”, papar Ganjar

Ganjar pun kembali menyatakan siap menjadi penerima vaksin yang pertama. “Vaksin, aku yang pertama, iya. Disiarkan live? Sakjane percaya apa ora (Sebenarnya percaya apa tidak),” ujar Ganjar saat disinggung apakah bersedia menyiarkan langsung (live) pemberian vaksin terhadap dirinya.

Baca Juga :   Dinkes Nagekeo Menyebut, 7966 Orang Warga Nagekeo Telah di Vaksin Covid-19

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan bahwa untuk mengantisipasi adanya penolakan pemberian vaksin, maka sangat perlu untuk dilakukan sosialisasi dan edukasi yang bersifat persuasif, jangan sampai ada kesan dipaksa.

“Penolakan biasanya muncul karena perasaan ragu-ragu. Oleh karena itu, vaksin akan diberikan kepada tokoh publik dan tokoh masyarakat lebih dahulu supaya pihak yang berpotensi menolak bisa yakin dan bersedia diberi vaksin. Saat ini, pihaknya tengah menunggu keputusan pusat terkait pendistribusian vaksin”, ucap Yulianto.

Untuk pendistribusian, Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, tengah menyiapkan rencana mekanisme pendistribusian vaksin. Terlebih sejumlah kabupaten dan kota telah memiliki mobil vaksin sebanyak 13 unit. Jika nanti ada kabupaten yang tidak bisa mengambil, pihaknya akan mengantarnya sendiri.

“Kalau tidak bisa ambil sendiri, kita antar. Itu teknis saja”, pungkas Yulianto. (Ad17).

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Adang Purnomo

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Produk Permainan Anak Dari Kendal Tembus Pasar Ekspor

Rab Jan 6 , 2021
Total Pembaca : 14 Kendal, Grow Media Indonesia – PT Master Kidz Indonesia sebagai salah satu perusahaan yang berdiri di Kawasan Industri Kendal (KIK) Jawa Tengah adalah sebuah perubahan yang memproduksi alat permainan edukasi bagi anak-anak, dimana saat ini telah berhasil menembus pasar ekspor. Ekspor perdana dilakukan, Rabu (06/01/2021), yang […]