Ketika Agresi II Belanda di Rengat 5 Januari 1949, Ini Nama Polisi Yang Gugur

0 0
Read Time:1 Minute, 59 Second

GROW INDONESIA | INHU–  Agresi II Belanda pada tahun 1949 di wilayah Indragiri Hulu (Inhu) tidak hanya memakan korban ribuan jiwa masyarakat sipil, tapi Bupati Tulus, bahkan Kepala Polisi wilayah Inhu dan sejumlah polisi lainnya juga menjadi korban pada tanggal 5 Januari 1949 yang sampai saat ini diperingati sebagai Rengat Berdarah atau Rengat Bersejarah 5 Januari.

Selasa 5 Juanuari 1949 pagi, seperti biasa dilaksanakan upacara peringatan Rengat Bersejarah di depan tugu peringatan 5 Januari kota Rengat yang berada persis di depan rumah Dinas Bupati Inhu dan Mapolres Inhu.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Wakil Bupati Inhu H. Khairizal, SE, M.Si, Perwira Upacara Pasi Pers Kodim 0302 Rengat Kapten Arh Adilman Sihombing dan Komandan Upacara Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Inhu Andraleksi.

Upacara itu juga diikuti Sekdakab Inhu Ir. H. Hendrizal, SE, M.Si, Dandim 0302 Inhu yang diwakili oleh Pasi Ops Kapten Inf I Gusti Suarjana,Kapolres Inhu yang diwakili oleh Waka Polres Inhu Kompol Zulfa Renaldo, S.I.K, M.Si, Ketua Pengadilan Negeri Rengat Kelas II Kab. Inhu diwakili oleh Hakim PN Inhu Wan Feri Fadli, SH, Danramil 0302 Inhu Kapten Inf Edi Yasman, Kasat Sabhara Polres Inhu AKP Hendri, S.Sos, MH, pleton Kodim 0302 Inhu, pleton Polres Inhu, pleton Pemkab Inhu, pleton Satpol PP Inhu, pleton Dishub Inhu dan pleton Pramuka.

Selepas upacara, dilaksanakan tabur bunga ke sungai Indragiri dipendopo wisma Embun Bunga Rengat. Ratusan bahkan ribuan korban keganasan Agresi II di Rengat ketika itu dibuang begitu saja ke sungai Indragiri.

Baca Juga :   Keterangan Lengkap: Iwan Sarjono Siahaan Bantah Fitnah dan Pencemaran Nama Baik nya

Kapolres Inhu AKBP Efrizal S.IK melalui PS Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran, Selasa siang menjelaskan, selain Bupati Tulus juga gugur sejumlah polisi lainnya ketika agresi II Belanda 5 Januari 1949 di kota Rengat.

Berikut kilas sejarah gugurnya sejumlah polisi dalam agresi II tersebut, Kepolisian Resor Indragiri Hulu (Polres Inhu) berdiri sejak tahun 1945, pasca proklamasi kemerdekaan RI.

Awalnya Polres Inhu bernama Komisaris Resort (Komres) Indragiri yang dipimpin Kepala Polisi Kabupaten Kompol Soedarno hingga tahun 1946, meliputi wilayah Kabupaten Inhu dan Kabupaten Inhil yang masih wilayah administratif Indragiri.

Komres Indragiri saat agresi II 5 Januari 1949 tersebut ikut menjadi saksi sejarah, apalagi Kepala Polisi Agresi Militer Belanda II Kabupaten Inhu Iptu Korengkeng bersama Bupati Tulus, Wedana Abdul Wahab dan ribuan warga gugur ketika agresi itu, mayat-mayat bergelimpangan, darah membasahi kota Rengat dan sungai Indragiri dipenuhi oleh ribuan mayat korban agresi II Belanda.

 

Sumber : bagynews. com

Editor    : Hery Ferdia

 

About Post Author

Grow Media Indonesia

Gaya penulisan dan peliputan, berani dan mencerdaskan. Dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik.
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Grow Media Indonesia

Gaya penulisan dan peliputan, berani dan mencerdaskan. Dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik.

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PP 76 Diteken, Bikin dan Perpanjang SIM Gratis

Sel Jan 5 , 2021
Total Pembaca : 4 PP 76 Diteken, Bikin dan Perpanjang BUAT SIM Gratis  GROW MEDIA INDONESIA | NASIONAL – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi atau SIM secara gratis. Peluang ini disusul setelah Jokowi meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2020 tentang […]