Penjelasan Habib Rizieq Terkait Kasus Tanah Ponpes Markaz Syariah

1 0
Read Time:1 Minute, 2 Second

Jakarta – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII melayangkan surat somasi kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Markaz Syariah, Megamendung, pimpinan Habib Rizieq Shihab. Isinya, mereka meminta Markaz Syariah meninggalkan lahan yang disebut miliknya.

Dalam surat yang dilayangkan tertanggal 18 Desember 2020, dituliskan ada permasalahan penggunaan fisik tanah HGU PTPN VIII, Kebun Gunung Mas seluas kurang lebih 30,91 hektare, oleh Pondok Pesantren Agrokultur Markaz Syariah sejak tahun 2013 tanpa izin dan persetujuan dari PT Perkebunan Nusantara VIII.

Selain itu, Markaz Syariah diminta untuk menyerahkan lahan tersebut selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejak diterima surat ini. Jika somasi tidak diindahkan, mereka akan melaporkan kepada Polda Jawa Barat.

Namun pimpinan FPI Habib Rizieq buka suara. Melalui channel YouTube Media Dakwah Hamdalah TV, Rizieq menyebut HGU Ponpes Markaz Syariah memang punya PTPN, tetapi Rizieq menyebut tidak melakukan penyerobotan tanah.

“Sertifikat HGU-nya, ya, atas nama PTPN, salah satu BUMN. Betul. Itu tidak boleh kita pungkiri. Tapi tanah ini sudah 30 tahun lebih digarap oleh masyarakat, tidak pernah lagi ditangani PTPN,” ujar Rizieq.

“Di dalam Undang-undang Agraria disebutkan, kalau satu lahan kosong atau telantar, digarap oleh masyarakat lebih dari 20 tahun, maka masyarakat berhak buat sertifikat,” tambah Rizieq dalam channel YouTube yang diunggah pada November 2020 tersebut.

sumber : detiknews

About Post Author

redaksi

Buat yang tertarik menjadi bagian dari Grow Media Indonesia hubungi saya.
Baca Juga :   aksi demonstrasi di Depan Gedung Merah Putih KPK RI
Happy
Happy
%
Sad
Sad
100 %
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

redaksi

Buat yang tertarik menjadi bagian dari Grow Media Indonesia hubungi saya.

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Nekat Bakar 2 Warga Papua Berujung 9 Oknum TNI Jadi Tersangka

Kam Des 24 , 2020
Total Pembaca : 3 Jakarta – Sembilan orang oknum TNI AD menginterogasi dua orang warga Papua secara berlebih hingga meninggal dunia. Untuk menghilangkan jejak, mereka membakar jenazah dua orang itu hingga menjadi abu. Kejadian ini bermula saat pasukan TNI AD menyapu atau sweeping mencari kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada 21 April. Petugas menangkap Zanambani dan Apinus Zanambani karena […]