Nekat Bakar 2 Warga Papua Berujung 9 Oknum TNI Jadi Tersangka

0 0
Read Time:2 Minute, 6 Second

Jakarta – Sembilan orang oknum TNI AD menginterogasi dua orang warga Papua secara berlebih hingga meninggal dunia. Untuk menghilangkan jejak, mereka membakar jenazah dua orang itu hingga menjadi abu.

Kejadian ini bermula saat pasukan TNI AD menyapu atau sweeping mencari kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada 21 April. Petugas menangkap Zanambani dan Apinus Zanambani karena diduga menjadi anggota KKB.

Keduanya dibawa ke Koramil Sugapa. di Sana, oknum-oknum anggota TNI AD itu menginterogasi secara berlebihan.

“Mereka pun diinterogasi di Koramil Sugapa dan mendapatkan tindakan berlebihan di luar kepatutan. Akibatnya, Saudara Apinus Zanambani meninggal dunia dan Saudara Luther Zanambani dalam kondisi kritis,” kata Danpuspomad, Letjen Dodik Widjanarko dalam konferensi pers, di gedung Puspomad, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2020).

Luther Zanambani yang alami kondisi badan kritis. Akhirnya, dia tak kuat menahan kesakitan, lalu kemudian meninggal dunia.

“Saat kedua korban dipindahkan menuju ke Kotis Yonif PR 433/JS Kostrad dengan menggunakan truk umum warna kuning nopol B-9745-PDD. Di tengah perjalanan Saudara Luther Zanambani meninggal dunia,” ujar Dodik.

“Saat dipindahkan ke Saudara Luter meninggal dunia,” kata Dodik.

Melihat ada dua jenazah meninggal usai interogasi Kemudian ada niat dari oknum-oknum TNI AD untuk menghilangkan jejak. Dua jenazah pun dibakar.

“Setelah tiba di yonif, untuk hilangkan jejak mayat keduanya dibakar dan abu nya dibuang di Sungai Julai di Distrik Sagupa,” lanjutnya.

Puspomad kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan adanya kasus 2 warga meninggal dan lalu dibakar. Puspomad menetapkan 9 tersangka oknum TNI AD yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran jenazah 2 warga Papua itu.

Baca Juga :   Terlindas Truk, Dua Pengendara Motor Tewas di Alas Roban Batang

“Berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi dan alat bukti maka penyidik menetapkan 9 tersangka, yakni 2 orang personel Kodim 1705 Panial (Mayor Inf ML dan Sertu FTP) serta 7 personel Yonif PR 433/JS Kostrad (Mayor Inf YAS, Lettu Inf JMTS, Serka B, Sertu OSK, Sertu MS, Serda PK, dan Kopda MAY),” jelas Dodik.

Para terduga pelaku disangkakan dengan Pasal 170 ayat 1, Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP, Pasal 351 ayat 3 KUHP, Pasal 181 KUHP, Pasal 132 KUHPM, dan Pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Puspomad masih mendalami kasus pembakaran jenazah warga Papua tersebut. Selain sembilan orang jadi tersangka, tiga orang anggota masih didalami statusnya.

“Masih ada personel Yonif Para Raider 433/JS yang perlu dilakukan pendalaman untuk menentukan status hukumnya, 2 personel atas nama Lettu Inf DBH dan Sertu LM sudah diperiksa dan masih ada 1 orang atas nama Lettu Inf FPH belum dimintai keterangan karena masih melaksanakan penugasan luar negeri dan bisa sudah kembali akan segera diperiksa,” kata Danpuspomad Letjen Dodik Widjanarko

sumber : detiknews

About Post Author

redaksi

Buat yang tertarik menjadi bagian dari Grow Media Indonesia hubungi saya.
Happy
Happy
%
Sad
Sad
100 %
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

redaksi

Buat yang tertarik menjadi bagian dari Grow Media Indonesia hubungi saya.

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sebelum Dibunuh, Janda di Jombang Diajak Pelaku Jalan-jalan Pakai Motor Sport

Kam Des 24 , 2020
Total Pembaca : 8 Jombang – Pelaku pembunuhan dan perampokan janda anak satu di Jombang diringkus polisi. Tersangka sempat mengajak korban jalan-jalan mengendarai sepeda motor sport. Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan foto yang beredar di medsos beberapa hari terakhir memang benar momen kebersamaan korban bersama tersangka Supriadi alias Konting (34). Foto tersebut […]